Dukungan Suami Terhadap Istri Selama Momen Wow Kehamilan

SehatFresh.com – #Infotorial Kehamilan, persalinan dan masa menyusui merupakan momen yang amat penting dalam kehidupan seorang wanita dan seluruh keluarga. Kehamilan merupakan awal bukan hanya bagi janin yang sedang berkembang, namun juga seluruh keluarga dengan hadirnya anggota keluarga baru dan terjadinya perubahan hubungan dalam keluarga. Selama kehamilan terjadi banyak perubahan baik fisik, psikologis maupun sosial, sehingga ibu hamil memerlukan adaptasi terhadap perubahan tersebut. Peran keluarga telah terbukti sangat membantu seseorang dalam permasalahan kesehatan. Pendekatan keluarga sebagai pusat (family centered) dalam penyelesaian masalah menjadi pilihan.  Para anggota keluarga dan  tenaga kesehatan melibatkan peran penting dari keluarga, dukungan keluarga akan membangun kekuatan, membantu untuk membuat suatu pilihan yang terbaik, dan meningkatkan pola normal yang ada dalam kesehariannya selama ibu hamil mengalami masalah kesehatannya.

Selain itu, banyak bukti bahwa perkembangan otak, emosi dan perilaku bayi dimulai sejak  dalam kandungan  dan sangat dipengaruhi keterikatan (bonding) dengan ibu yang mengandung. Oleh karenanya, ibu hamil sangat membutuhkan dukungan (support system) dari suami dalam proses adaptasi tersebut. Dukungan dan perhatian yang didapatkan calon ibu dari orang terdekat akan menimbulkan perasaan tenang, nyaman, bersikap positif terhadap diri sendiri dan kehamilannya.

Sebaliknya kurangnya support system ibu hamil dari lingkungan terdekat akan menyebabkan kegelisahan, stres hingga depresi. Ketidaknyamanan ini bahkan dapat berlanjut hingga masa nifas dan menyusui. Kegelisahan dan stres yang dialami akan meningkatkan hormon kortisol yang berdampak buruk tidak hanya pada dirinya namun juga janin yang dikandung. Janin dapat mengalami gangguan tumbuh kembang otak, fisik, mental yang nanti akan muncul selama masa kanak.

Support system selama kehamilan adalah dukungan yang diberikan pada ibu hamil yang berasal dari keluarga dan lingkungan sosial sekitar. Ibu hamil merasa bahwa dirinya diperhatikan dan semua orang mendukung kehamilan yang sedang dijalaninya sehingga ia mendapatkan semangat lebih dalam menjalani kehamilan dan proses persalinan.  Di Indonesia telah banyak riset tentang dukungan suami selama kehamilan salah satunya Retnowati mengemukakan bahwa seorang ibu hamil yang diperhatikan, disayangi dan memiliki hubungan harmonis dengan suaminya akan menunjukkan kekuatan fisik, emosional, lebih bermotivasi untuk periksa kehamilan secara rutin bahkan lebih sedikit komplikasi persalinan dan mudah melakukan penyesuaian saat nifas.

Bagaimana bentuk dukungan suami untuk istri yang sedang hamil ?

Dr. Prima Progestian, SpOG, dokter kebidanan dan kandungan, menjelaskan,”Suami dapat memberikan dukungan kepada pasangan yang sedang hamil secara fisik maupun psikologis pada tiap trimester dengan berbagai cara.”

“Pada trimester pertama kehamilan merupakan awal perubahan dramatis bagi tubuh dengan berbagai seperti mual, muntah, pusing, lemas, dan letih. Suami dapat memberikan dukungan fisik dengan cara memberikan kenyamanan dan bantuan secara fisik atau nyata kepada ibu selama masa kehamilarmya, misalnya dengan berusaha untuk meringankan beban kerja istri.  Suami penting untuk menghibur, memeluk, membelai, dan mendengarkan keluhan istri, dan ini menjadi obat yang paling menenangkan. Suami mulai memperhatikan kesehatan istri dengan mengantar periksa kehamilan sedini mungkin. Dukungan psikologis dilakukan untuk memberikan perasaan cinta, mengerti dan memahami setiap perubahan yang terjadi pada istrinya, memberikan perhatian dengan penuh kasih sayang. Berikan ruang yang cukup agar istri dapat menikmati istirahat dengan nyaman dan tenang. Kadang muncul keinginan akan sesuatu yang kadang membuat pusing suami (ngidam). Suami dapat memberikan kejutan dengan menyediakan keinginan ibu hamil tersebut,” kata dr Prima. Dukungan lain bisa dilakukan suami dengan memperhatikan asupan nutrisi Ibu, salah satu nya dengan Susu. Susu penting karena memberikan asupan nutrisi yang lengkap untuk kebaikan Janin dan Mama.

“Pada trimester kedua kehamilan merupakan masa yang menyenangkan bagi ibu hamil dan keluarga. Ibu hamil mulai merasa nyaman dan menyadari gerakan dan kehadiran janin dikandungnya.  Dukungan fisik yang dapat diberikan oleh suami pada trimester ini adalah memegang, menggoyang dan berbicara dengan janin dikandung karena janin sudah mampu mendengar. Pemeriksaan USG mulai dapat dilakukan untuk memastikan kondisi janin sehat.

Dukungan psikologis yang dapat diberikan berupa bersama sama merencanakan persalinan, ikut mewaspadai adanya komplikasi  dan tanda bahaya kehamilan. Suami berdoa untuk kesehatan atau keselamatan istri dan anaknya. Mengatur  pola tidur istri dengan baik minimal 8 jam sehari, jangan tidur sampai larut malam atau terlalu lama tidur di siang hari,” jelas dr Prima.

“Pada trimester ketiga kehamilan, keluarga dan suami dapat memberikan dukungan fisik dengan membantu istri berbelanja mempersiapkan perlengkapan bayi yang dilahirkan. Menemani istri dalam menjalani pemeriksaan dan USG.mempersiapkan finansial untuk biaya pengobatan dan persalinan. Suami disamping dan menemani ketika istri akan melahirkan baik secara normal maupun operasi. Dukungan psikologis dilakukan  dengan memberikan keterangan tentang persalinan, pilihan untuk pereda nyeri saat persalinan. Suami tetap memberikan dukungan perhatian dan semangat pada ibu selama menunggu persalinannya. Bersama sama mematangkan persiapan persalinan dengan tetap mewaspadai komplikasi yang mungkin terjadi. Selain itu peran suami penting untuk mempersiapkan ketenangan dan keberhasilan menyusui,” tambah dr Prima. Asupan nutrisi yang tepat disaat hamil dan menyusui dapat mendukung keberhasilan menyusui yang optimal. Nutrisi yang terbaik yang bisa dikonsumsi oleh Ibu adalah susu, karena susu mengandung kelengkapan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil dan menyusui.

Dukungan Nutrisi bagi Ibu Hamil

Yuniastuti K Putri, Head of Marketing IFT PT. Frisian Flag Indonesia menyampaikan, ”Suami berperan dalam menyediakan nutrisi yang sehat dan seimbang untuk kesehatan ibu dan janinnya. Susu Frisian Flag Mama dapat menjadi pilihan yang tepat dalam momen wow mama karena mengandung nutrisi lengkap, asam folat tinggi yang dapat mengurangi terjadinya gangguan otak dan sumsum tulang belakang serta kolin yang mendorong pertumbuhan sel otak dan memorinya. Selain itu serat pangan prebiotik (Inulin) membantu mempertahankan kesehatan saluran cerna sehingga aliran nutrisi ke janin menjadi lebih optimal.”

Terdapat 28 jenis vitamin dan mineral lainnya serta kalsium dan zat besi sehingga bisa menyediakan asupan nutrisi komplit yang mencukupi kebutuhan untuk janin dan ibu selama hamil. Kebutuhan akan energi untuk mengembalikan kekuatan tubuh dan kebutuhan  nutrisi selama masa menyusui juga terpenuhi dengan konsumsi susu Frisian Flag Mama. “Rasa coklat yang enak dan menyegarkan memberikan efek kenyamanan untuk tubuh dan otak sehingga ibu hamil menjadi lebih rileks dan membantu tidur lebih lelap,” pungkas Yuni.

Susu Frisian Flag Mama dapat di temukan di toko-toko terdekat, seperti Alfamart, Alfamidi, Hypermarket dan Supermarket terdekat.

Kepustakaan

  1. Bobak, Lowdermilk, Jensen, 2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas (Ed.4), Jakarta, EGC.
  2. Anomim, 2007. Family centered care. www.familycenteredcare.org
  3. Retnowati, 2005, Depresi pasca melahirkan,Studi kasus-pendekatan model kualitatif
  4. Dawson,G, Frey K, Self J, Panagiotides H, Hessl D, Yamada E, Rinaldi J (1999) Frontal brain electrical activity in infants of depressed and non-depressed mothers: Relation to variations in infant behaviour. Development and Psychopathology 11: 589-605
  5. Bergman K, Sarkar P, Glover V, O’Connor T (2010). Maternal Prenatal Cortisol and Infant Cognitive Development: Moderation by Infant–Mother Attachment. Biological Psychiatry 67(11): 1026-1032
  6. Yulianti, Ai Yeyeh Rukiyah. (2010). Asuhan Neonatus, Bayi dan Anak Balita. Jakarta,TIM
  7. Ministry of Health. 2006.Food and Nutrilion Guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women: A background paper. Wellingto: Ministry of Health.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY