Duyputen Contracture

Definisi
Duyputen contracture adalah deformitas (cacat) tangan yang biasanya berkembang secara perlahan, selama bertahun-tahun. Duyputen contracture mempengaruhi lapisan jaringan yang terletak di bawah kulit telapak tangan. Simpul membentuk jaringan di bawah kulit – akhirnya membentuk kabel tebal yang dapat menarik satu atau lebih jari ke dalam posisi membungkuk.

Setelah ini terjadi, jari-jari yang terkena Duyputen contracture tidak bisa diluruskan sepenuhnya, yang dapat mempersulit kegiatan sehari-hari seperti menempatkan tangan di saku, memakai sarung tangan atau berjabat tangan.

Duyputen contracture paling sering mempengaruhi jari manis dan kelingking, dan terjadi paling sering pada pria yang lebih tua keturunan Eropa Utara. Pengobatan yang tersedia dapat memperlambat perkembangan contracture Dupuytren dan meringankan gejala.

Gejala
Duyputen contracture biasanya berlangsung perlahan-lahan, selama bertahun-tahun. Kadang-kadang dapat berkembang selama beberapa minggu atau bulan. Pada beberapa orang kondisi ini berlangsung terus-menerus, dan sedangkan pada sebagian lainnya hanya bersifat sementara dan kemudian pulih dengan sendirinya.

Duyputen contracture biasanya dimulai dengan penebalan kulit pada telapak tangan. Ketika Duyputen contracture berlangsung, kulit pada telapak tangan mungkin tampak mengerut atau berlesung pipit. Benjolan jaringan bisa terbentuk pada telapak tangan. Benjolan ini mungkin sensitif terhadap sentuhan tetapi biasanya tidak menyakitkan.

Pada Duyputen kontraktur stadium lanjut, tali membentuk jaringan di bawah kulit pada telapak tangan dan dapat meluas hingga jari-jari. Seketika tali ini menegang, jari-jari mungkin ditarik ke arah telapak tangan, kadang-kadang bisa lebih parah.

Jari manis dan kelingking yang paling sering terkena dampaknya, meskipun demikian jari tengah terkadang juga terpengaruh. Hanya ibu jari dan jari telunjuk yang jarang sekali terpengaruh. Duyputen contracture dapat terjadi pada kedua tangan, meskipun satu sisi biasanya terpengaruh lebih parah dari yang lain.

Penyebab
Ahli medis belum mengetahui apa yang menyebabkan kontraktur Dupuytren. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa kondisi ini mungkin terkait dengan reaksi autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringan tubuh sendiri. Dupuytren sering terjadi dalam kaitannya dengan kondisi yang menyebabkan kontraktur di bagian lain dari tubuh, seperti kaki atau penis.

Faktor Risiko
Sejumlah faktor yang diyakini dapat meningkatkan risiko penyakit ini, termasuk:

  • Usia. Duyputen contracture terjadi paling sering setelah usia 50.
  • Jenis kelamin. Pria lebih mungkin untuk mengembangkan Dupuytren dan mengidap Duyputen kontraktur lebih parah daripada wanita.
  • Keturunan. Orang-orang keturunan Eropa Utara berada pada risiko yang lebih tinggi terpapar penyakit ini.
  • Riwayat keluarga. Contracture Dupuytren sering diwariskan dari satu anggota keluarga ke yang lain.
  • Tembakau dan alkohol. Merokok dikaitkan dengan peningkatan risiko kontraktur Dupuytren, mungkin karena perubahan mikroskopis dalam pembuluh darah yang disebabkan oleh merokok. Konsumsi alkohol juga berhubungan dengan Dupuytren’s.
  • Diabetes. Orang dengan diabetes dilaporkan memiliki peningkatan risiko terpapar Duyputen contracture.

Komplikasi
Duyputen contracture dapat membuat seseorang sulit untuk menggunakan tangannya. Karena ibu jari dan jari telunjuk biasanya tidak terpengaruh, kondisi ini tidak terlalu menghambat penderita melakukan kegiatan kecil seperti menulis. Tapi ketika kontraktur Dupuytren berlangsung, gejalanya dapat membatasi kemampuan penderita untuk membuka tangan sepenuhnya dan membuat penderitanya sulit untuk menggenggam benda-benda besar atau menyelipkan tangan ke tempat-tempat yang sempit.

Persiapan Sebelum ke Dokter
Meskipun Anda mungkin awalnya menghubungi dokter keluarga, dia mungkin akan merujuk Anda ke ahli bedah ortopedi.

Apa Yang Dapat Anda Lakukan?
Sebelum janji Anda, Anda disarankan untuk menulis daftar jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini?
  • Perawatan apa yang peenah Anda coba?
  • Apakah perawatan tersebut membantu?
  • Apa obat dan suplemen yang Anda ambil secara teratur?

Apa Yang Anda Harapkan dari Dokter?
Dokter menanyakan beberapa pertanyaan berikut:

  • Kapan gejala mulai muncul?
  • Apakah gejala tersebut semakin parah?
  • Apakah Anda merasakan sakit pada tangan?
  • Apakah kondisi ini mempersulit Anda melakukan rutinitas sehari-hari?

Tes dan Diagnosis
Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa tangan Anda secara visual, membandingkan antara satu dengan yang lain dan memeriksa setiap kerutan pada kulit telapak tangan. Dia juga akan menekan bagian berbeda pada tangan dan jari untuk memeriksa knot yang mengeras atau band jaringan.

Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat mendiagnosa Duyputen contracture hanya dengan melihat dan merasakan permukaan tangan. Pemeriksaan lainnya jarang diperlukan.

Perawatan dan Obat-obatan
Jika penyakit berkembang perlahan-lahan, tidak menimbulkan rasa sakit dan memiliki dampak kecil pada kemampuan Anda untuk menggunakan tangan Anda untuk tugas-tugas sehari-hari, Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan. Sebaliknya, Anda dapat memilih untuk menunggu Dupuytren contracture pulih dengan sendirinya.

Pengobatan Dupuytren contracture biasanya dengan mengangkat tali yang menarik jari-jari di arah telapak tangan. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yang berbeda. Pilihan prosedur tergantung pada tingkat keparahan gejala dan masalah kesehatan lainnya yang mungkin Anda miliki.

Tusuk jarum
Teknik ini menggunakan jarum, dimasukkan melalui kulit, untuk menusuk dan memotong kabel jaringan dari jari yang tertular. Kontraktur seringkali kambuh tetapi prosedur ini dapat diulang kembali untuk penanganan gejala. Keuntungan utama dari teknik tusuk jarum adalah bahwa prosedur ini tidak menimbulkan sayatan, dan dapat dilakukan pada beberapa jari pada saat yang sama, dan biasanya hanya membutuhkan sedikit terapi fisik sesudahnya. Namun, prosedur ini tidak dapat digunakan di beberapa lokasi di jari, karena bisa merusak saraf atau tendon.

Suntikan enzim
Menyuntikkan sejenis enzim ke kabel kencang di telapak tangan dapat melembutkan dan melemahkannya – memungkinkan dokter untuk kemudian memanipulasi tangan dalam upaya untuk memecahkan kabel dan meluruskan jari-jari. Keuntungan dan kerugian dari suntikan enzim sama halnya dengan tusuk jarum, namun suntikan enzim mungkin lebih menyakitkan pada tusuk jarum.

Operasi
Pilihan lain adalah pembedahan untuk mengangkat jaringan di telapak tangan yang terkena penyakit. Hal ini cukup menantang karena sulit untuk mengidentifikasi jaringan dalam tahap awal penyakit ini. Jaringan yang sakit juga dapat melampirkan ke kulit, sehingga sulit diangkat dan lebih berisiko meningkatkan kemungkinan kekambuhan.

Keuntungan utama operasi adalah bahwa hasil yang diberikan lebih efektif dan menyeluruh dibandingkan metode jarum atau enzim. Kelemahan utamanya adalah bahwa terapi fisik biasanya diperlukan setelah operasi, dan waktu pemulihan bisa lebih lama.

Dalam beberapa kasus parah, ahli bedah mengangkat semua jaringan yang mungkin akan terkena dampak oleh Dupuytren contracture, termasuk kulit terkena. Dalam kasus ini cangkok kulit akan dibutuhkan untuk menutupi luka terbuka. Operasi ini adalah pilihan yang paling invasif dan memiliki waktu pemulihan yang lama. Penderita biasanya membutuhkan terapi fisik yang intensif hingga berbulan-bulan sesudahnya.

Gaya Hidup
Jika Anda mengidap Dupuytren contracture ringan, perawatan diri berikut mungkin dapat membantu:

  • Regangkan jari-jari. Tekuk lembut jari-jari Anda mundur dari telapak tangan. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menempatkan jari-jari di tepi meja, telapak tangan menghadap ke bawah, lalu angkat telapak tangan ke atas secara bertahap dengan jari-jari tetap rata di atas meja.
  • Hangatkan tangan, kemudian pijat. Sebelum peregangan, hangatkan tangan dengan paket microwave panas dan kemudian pijat telapak tangan dengan krim lanolin.
  • Lindungi tangan. Hindari memegang benda terlalu erat dengan melindungi tangan dengan isolasi pipa atau bantal tape. Gunakan sarung tangan dengan bantalan berat ketika Anda diharuskan mengangkat benda berat.