Efek Buruk Junk Food Bagi Anak

SehatFresh.com – Setiap orang tua tentunya menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat dan kuat. Untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal, anak-anak perlu dibiasakan untuk mengonsumsi makanan sehat sejak dini. Tentu saja, ini tidak berarti orang tua sangat membatasi kesukaan anak. Ini lebih ditekankan pada bagaimana memberikan pemahaman pada anak tentang efek berbahaya sering makan junk food dan bagaimana cara meminimalisir asupannya sejak usia dini.

  • Obesitas

Dalam artikel yang dipublikasikan tahun 2004 dalam jurnal “Pediatrics”, dilaporkan bahwa kebiasaan makan makanan cepat saji pada mereka yang berusia 4-19 tahun dapat meningkatkan risiko obesitas. Anak-anak yang makan makanan cepat saji cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori, lemak, karbohidrat, dan gula tambahan. Selain itu, anak-anak tersebut juga kurang minum susu, kurang serat dan kurang asupan buah-buahan dan sayuran.

Bila menjadi obesitas, anak lebih cenderung memiliki kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi, di mana keduanya merupakan faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular. Selain itu, anak-anak obesitas berisiko lebih tinggi untuk prediabetes, gangguan tulang dan persendian, sleep apnea serta dihadapkan dengan masalah sosial dan psikologis.

  • Efek pada kesehatan mental

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan jurnal “American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, para peneliti mengamati pola makan anak-anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, serta pola makan ibu mereka saat hamil. Para peneliti menyimpulkan bahwa pola makan baik itu saat ibu hamil dan anak setelah lahir akan berpengaruh pada kesehatan mental anak. Sering makan junk food dan kurangnya asupan makanan padat gizi dikaitkan dengan masalah perilaku dan emosional, termasuk kecemasan dan depresi.

  • Efek pada performa akademik

Kebiasaan makan junk food dapat menghambat performa akademik anak di sekolah. Pada tahun 2003, peneliti melakukan pengamatan dengan membandingkan pola makan lebih dari 5.000 siswa dengan nilai mereka pada tes kemampuan standar. Mereka menemukan bahwa siswa yang pola makannya kurang sehat memperlihatkan hasil yang rendah pada tes standar. Hasil penelitian ini diterbitkan pada tahun 2008 dalam “Journal of Health School”.

  • Bagaimana cara mengurangi konsumsi junk food pada anak?

Anak-anak akan belajar dari orang tuanya. Untuk mengurangi asupan junk food, penting bagi orang tua menjadi contoh sehat bagi anak-anak mereka. Terkadang, beberapa orang tua menjadikan junk food sebagai hadiah agar anak tidak rewel. Hindari hal semacam ini, karena hanya akan membuat anak semakin ingin makan junk food. Bila anak terlanjur akrab dengan junk food, cara terbaik untuk mengurangi asupannya adalah dengan mengurangi intensitasnya secara perlahan, dari sering menjadi sesekali.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY