Efek Film Porno Terhadap Kehidupan Seksual

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menonton film porno seringkali dijadikan cara untuk meningkatkan gairah bercinta. Namun, kebiasaan ini ternyata menimbulkan dampak yang kurang baik. Kecanduan pornografi sama saja dengan kecanduan bahan kimia yang dikategorikan sebagai penyakit otak. Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol otak. Inilah yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya.

Kecanduan film porno tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat, melainkan melalui beberapa tahap yang mencakup kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku. Apa yang ditampilkan di film porno sebetulnya tidak bisa dibandingkan dengan realita. Namun, otak manusia yang sudah begitu kecanduann pornografi ternyata tidak bisa begitu saja memisahkan pornografi dari kehidupan nyata.

Pada orang yang kecanduan pornografi, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yang merupakan bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik. Pada kondisi normal, zat-zat tersebut akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik. Jika seseorang sudah kecanduan pornografi, otak akan mengalami rangsangan yang berlebihan yang menyebabkan otak tidak bekerja normal bahkan sangat ekstrim, yang kemudian bisa membuat otak menjadi mengecil dan rusak. Sebuah riset yang dilakukan di Jerman menunjukkan bahwa pria yang sering menyaksikan adegan seksual ternyata memiliki korteks (struktur pada otak) yang lebih kecil. Padahal bagian otak tersebut turut menentukan tingkat kecerdasan.

Pria yang menonton film porno secara terus menerus cenderung lebih sulit untuk ereksi. Video porno mungkin memang menginspirasi dan memotivasi pria untuk melakukan hubungan seks. Jika terlalu sering menonton video porno sendirian, masturbasi akan menjadi lebih sering dilakukan. Hal inilah yang menyebabkan pria mengalami kesulitan untuk ereksi.

Studi yang diadakan di University of Sydney menunjukkan bahwa orang yang menonton film porno secara berlebihan memiliki masalah sosial dan hubungan asmara yang akut. Performa mereka juga tidak bagus dan seringkali terlibat masalah hukum karena melakukan hal-hal yang melanggar peraturan, akibat kecanduan konten pornografi. Sebuah riset menujukkan bahwa seseorang yang nonton film porno sedikitnya dua kali seminggu cenderung lebih mudah depresi. Skala depresinya cukup tinggi, hingga berada di angka 18, yang berarti dia mengalami depresi yang cukup akut.

Selain itu, film porno juga bisa menjadi pemicu perilaku seks yang menyimpang. Pria yang sering menonton film porno cenderung membayangkan adegan-adegan yang ia tonton saat bersama pasangan. Apa yang kerap ia lihat di film seringkali mewarnai harapan-harapan pria pada pasangan di kehidupan nyata. Padahal, pasangan tidak selalu berhasil mengalami kesenangan yang sama. Semakin sering pria menonton film porno, semakin sering mereka menuntut aksi-aksi seperti apa yang dilihat di film porno pada pasangan. Mereka juga cenderung dengan sengaja meniru adegan-adegan seperti dalam film porno agar bisa tetap ereksi dalam kehidupan seksual yang nyata.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY