Efek Kafein Pada Wanita

SehatFresh.com – Kopi kini tidak hanya digemari oleh pria saja. Banyak alasan mengapa wanita menyukai kopi. Terutama wanita yang memiliki jam kerja melebihi delapan jam, peran kopi sangat dibutuhkan sebagai penghilang rasa kantuk. Baik wanita dan pria, keduanya mungkin mengalami efek samping yang umum yang terkait dengan kafein, seperti kegelisahan, terjaga, pusing, mual dan lekas marah. Namun, respon dan reaksi seorang wanita untuk konsumsi kafein mungkin berbeda dari pria, terutama dalam cara kafein berinteraksi dengan hormon, siklus menstruasi, dan fungsi tubuh lainnya. Kafein juga dapat mempengaruhi endokrin, ginjal dan sistem saraf.

Menurut studi, konsumsi kafein yang terlalu banyak dapat memberi efek samping yang perlu diwaspadai bagi kesehatan wanita, yaitu :

Payudara
Meskipun penelitian pada 1980-an dan 1990-an telah menyebutkan adanya korelasi antara konsumsi kafein dan penyakit payudara fibrokistik, Fact Sheet on Women’s Health membantah temuan tersebut pada tahun 2010. National Cancer Institute dan American Medical Association’s Council on Scientific Affairs telah menyatakan tidak ada hubungan antara asupan kafein dan penyakit payudara fibrokistik. Kendati demikian, beberapa wanita melaporkan bahwa mengurangi atau menghilangkan kafein membantu mengurangi rasa sakit payudara fibrokistik.

Psikiatrik (kejiwaan)
Efek samping kejiwaan akibat mengonsumsi terlalu banyak kafein dari berbagai kebingungan ringan sampai gejala psikotik serius. Kafein juga dapat meningkatkan kecemasan dan mempengaruhi gangguan panik pada wanita. Kafein sendiri juga menyebabkan dehidrasi sehingga Anda akan merasa resah, mudah terpancing emosi dan tidak nyaman menjelang datangnya menstruasi.

Penurunan massa tulang
Wanita adalah yang paling rentan terkena osteoporosis, dan umumnya area yang terganggu adalah tulang punggung, pergelangan tangan dan kaki, serta pinggang. Peningkatan asupan kafein disinyalir dapat menyebabkan tidak optimalnya penyerapan kalsium di dalam tubuh yang pada gilirannya memengaruhi massa tulang.

Ketidakseimbangan adrenal
Kafein juga disebut-sebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan adrenal yang mengakibatkan tidur menjadi kurang nyenyak. Meskipun kafein itu sendiri mungkin tidak menjadi penyebab kelelahan adrenal, kelebihan kafein dapat menyebabkan perubahan tubuh yang menekan kelenjar adrenal sehingga memengaruhi kemampuannya untuk mempertahankan tingkat hormon seks.

Keguguran
Menurut rilis berita Kaiser Permanente, sebuah studi yang diikuti lebih dari 1.000 wanita hamil dari tahun 1996 sampai 1998 mengungkapkan bukti bahwa penggunaan kafein berat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. De-Kun Li, MD, Ph.D., peneliti utama studi tersebut, mengatakan bahwa wanita yang mengonsumsi dua atau lebih cangkir kopi secara teratur atau lima kaleng soda 12 ons berkafein setiap hari memiliki dua kali risiko keguguran dibandingkan dengan wanita yang dikonsumsi tidak mengonsumsi kafein.

Sumber gambar : www.detoxkita.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY