Efek Membunyikan Sendi

SehatFresh.com – Sendi memegang peranan yang besar dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Banyak orang memiliki kebiasaan membunyikan persendian jari, leher, punggung atau anggota tubuh lainnya ketika terasa pegal. Sugesti rasa puas dari dalam diri membuat rasa pegal di area tersebut hilang seketika setelah sendi dibunyikan. Ini membuat kebiasaan membunyikan sendi menjadi sulit dihentikan.

Membunyikan sendi sebenarnya tidak mengurangi pegal persendian. Tumpukan asam laktat pada otot yang memicu pegal tidak berkurang karena membunyikan sendi. Bunyi yang terdengar saat menggertakan sendi merupakan suara dari pelepasan udara dalam sendi, dan ini juga tidak mengurangi pegal. Dari segi medis, kebiasaan membunyikan sendi tidak dibenarkan. Jika dilakukan terus menerus, ini bisa menjadi pencetus rusaknya persendian.

  • Peradangan kapsul sendi

Sendi dilapisi oleh kapsul. Bila sendi sering tertarik karena kita sering membunyikannya, kapsul menjadi mudah meradang. Peradangan ini mengarah pada gangguan fungsional sendi itu sendiri.

  • Mengendurkan ligamen

Ligamen merupakan jaringan berbentuk pita yang tersusun dari serabut-serabut liat yang mengikat satu tulang dengan tulang lainnya pada sendi. Ketika ligamen menjadi kendur, tulang menjadi mudah bergeser dari sendi.

  • Merusak tulang rawan

Membunyikan bagain ruas jari dapat merangsang keluarnya cairan sinovial yang akan berubah menjadi udara bersamaan dengan keluarnya bunyi saat sendi dibunyikan. Ini dapat mengakibatkan kerapuhan dan kehancuran tulang-tulang rawan di dalamnya.

  • Mengurangi kekuatan tangan

Dalam jangka panjang, kebiasaan membunyikan jari tangan bisa mengurangi kekuatan tangan. Kekuatan tangan untuk mencengkram menjadi tidak maksimal.

  • Saraf terjepit

Seringkali, kita membunyikan tulang belakang ketika punggung terasa pegal. Kebiasaan ini sebaiknya segera dihentikan. Membunyikan persendian tulang belakang dengan memutar punggung bisa mengakibatkan sendi meradang yang akhirnya menekan saraf tulang belakang. Saraf motorik dan saraf sensorik juga dapat terpengaruh jika saraf mendapatkan tekanan terus-menerus. Jika saraf motorik yang terkena, ini bisa mengakibatkan kelumpuhan pada tulang belakang atau pinggul.

  • Tegang otot

Jika dilakukan secara terus menerus, kebiasaan membunyikan leher saat terasa kaku menyebabkan persendian leher tidak lentur lagi.  Ketika ini terjadi, maka otot kecil penghubung ruas tulang punggung menjadi mudah tegang.

  • Menyumbat pembuluh darah yang menuju otak

Membunyikan leher ketika terasa kaku terutama bila dilakukan orang lain bisa mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah yang menuju otak. Ketika dibunyikan terlalu kencang, gumpalan lemak yang ada pada pembuluh darah besar dalam leher bisa lepas dan menyumbat otak. Secara tidak langsung, ini bisa memicu serangan stroke.

  • Penyakit sendi kronis

Efek dari kebiasaan membunyikan sendi secara sengaja mungkin tidak terasa langsung. Kebiasaan membunyikan sendi membuat sendi cepat aus. Dari waktu ke waktu, meradangnya kapsul sendi, kendurnya ligamen hingga saraf  terjepit akan mengakibatkan gangguan persendian yang serius bila kebiasaan membunyikan sendi terus dilakukan.

Tanpa sendi, tubuh tidak akan dapat bergerak, karena sendi merupakan penghubung antartulang sehingga tulang dapat digerakkan. Maka penting untuk menjaga kesehatan sendi agar tidak mengalami kerusakan. Tanpa disadari, kebiasaan yang dianggap meredakan pegal dengan membunyikan sendi justru dapat memicu kerusakan sendi. Maka kebiasaan ini sebaiknya segera dihentikan.

Bila ingin meredakan pegal pada otot, sebaiknya lakukan peregangan perlahan dan jangan dihentak sampai menimbulkan bunyi. Untuk meminimalisir rasa pegal karena duduk lama saat bekerja di depan komputer, usahakan untuk mengubah posisi duduk dengan menyandarkan tubuh, meluruskan kaki, atau sesekali berdiri dan berjalan untuk mengambil sesuatu sambil melakukan peregangan ringan.

Sumber gambar : labipapgsdfipunm.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY