EFEK PEMBERIAN IBUPROFEN ORAL PADA DUKTUS ARTERIOSUS PATEN NEONATUS CUKUP BULAN

SehatFresh.com #DokterTalk  Penelitian ini memiliki unsur kebaruan, dapat dikerjakan, menarik, dan tidak menyalahi etik. Penelitian dilatarbelakangi karena masih tingginya kematian akibat duktus arteriosus paten (DAP) di ruang perawatan bayi atau neonatus cukup tinggi. Mekanisme terjadinya DAP pada bayi cukup bulan belum diketahui dengan jelas. Kelainan otot polos pada duktus bayi cukup bulan selama ini diketahui sebagai penyebab terjadinya DAP, namun peran beberapa penanda seperti prostaglandin E2 (PGE2), vascular endothelial growth factor (VEGF), dan trombosit terutama menggunakan pengukuran immature platelet fraction pada penutupan duktus arteriosus pada bayi cukup bulan masih kontroversi. Belum jelasnya mekanisme terjadinya DAP pada bayi cukup bulan berkaitan dengan tata laksana obat-obatan terutama ibuprofen yang belum terstandardisasi. Belum banyak diketahui efektivitas dan efek samping penggunaan ibuprofen pada bayicukup bulan dengan DAP, oleh karena itu peneliti berusaha mengungkap peran penanda tersebut serta efek pemberian ibuprofen terhadap DAP pada bayi cukup bulan.

Penelitian ini dikerjakan di 3 rumah sakit di Denpasar, yaitu rumah sakit (RS) Sanglah Denpasar, RS Prima Medika Denpasar, dan RS Umum Daerah Wangaya Denpasar. Selama periode Maret sampai Agustus 2015, terdapat 64 subjek yang diteliti dan kemudian untuk subjek dengan DAP saja sebanyak 32 subjek. Rerata kadar PGE2 lebih tinggi pada kelompok dengan DAP dibanding tanpa DAP, sedangkan rerata kadar VEGF dan persentase IPF tidak berbeda. Ibuprofen oral tidak terbukti menurunkan diameter DA pascapemberian obat, tidak terdapat perbedaan rerata diameter pada kedua kelompok. Terdapat hubungan positif sedang terhadap perubahan kadar PGE2 dengan perubahan diameter DAP pascapemberian obat. Tidak terdapat perubahan hemodinamik atau efek samping akibat pemberian ibuprofen oral atau plasebo.

Dari hasil yang ada, ada temuan penting yang bermakna sesuai Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu bagi pendidikan, pelayanan, dan penelitian. Hal terpenting yang sangat bermanfaat yakni adanya peran PGE2 dalam terbukanya duktus arteriosus pada bayi cukup bulan yang selama ini hanya dikaitkan dengan kelainan pada otot polos duktus tersebut. Selain itu, hasil dari penelitian ini dapat membuka peluang untuk dilakukan penelitian-penelitian lainnya untuk membuka wawasan kita lebih dalam lagi mengenai peran penanda lainnya dalam terjadinya DAP pada bayi cukup bulan serta dosis efektif ibuprofen dalam menutup DAP pada bayi cukup bulan.

Oleh : dr. Ni Putu Veny Kartika Yantie, MSc, SpA(K)

Sumber gambar : aandyn04.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY