Efek Radiasi Kanker Payudara

SehatFresh.com – Terapi radiasi menggunakan sinar-X bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Ini adalah jenis terapi bertarget yang sering dipakai dalam pengobatan kanker payudara. Radiasi dapat ditujukan pada lokasi tumor, kelenjar getah bening, atau rongga dada. Ini ditujukan untuk mencegah penyebaran kanker dan mengurangi risiko kekambuhan kanker. Namun, terapi radiasi terkadang menyebabkan efek samping selama perawatan.

Efek samping selama perawatan

  • Iritasi kulit : Efek samping yang paling umum dari terapi radiasi adalah iritasi kulit di daerah yang menjadi target. Namun, reaksi kulit tergantung pada jenis kulit dan daerah yang menjadi target. Jika Anda mengalami reaksi kulit, kulit akan memerah dan terasa sakit, seperti terbakar sinar matahari. Ini tidak akan terjadi langsung tapi berkembang secara bertahap setelah beberapa sesi. Jika kulit menjadi sangat sakit, mungkin akan mengelupas, dan ini harusnya sembuh dengan cepat. Reaksi kulit biasanya menetap dua sampai empat minggu setelah pengobatan
  • Pembengkakan pada payudara atau area dada : Radiasi bisa menyebabkan beberapa pembengkakan payudara atau area dada. Pembengkakan biasanya berangsur membaik selama beberapa minggu setelah pengobatan berakhir.
  • Kelelahan : Karena efek racun radiasi, banyak wanita mengalami kelelahan setelah pengobatan radiasi. Gejala bisa lebih parah ketika radiasi dikombinasikan dengan kemoterapi untuk mengobati kanker payudara. Kelelahan awal selama waktu pengobatan biasanya sembuh setelah sekitar satu bulan. Karena sel-sel darah bisa rusak karena radiasi, kelelahan juga bisa bertahan jangka panjang.

Efek samping setelah perawatan

  • Pengerasan jaringan : Jaringan payudara menjadi lebih berserat dan kurang elastis.
  • Penyusutan jaringan : Jaringan payudara juga dapat menyusut selama bertahun-tahun. Terapi radiasi dapat membuat jaringan payudara menyusut secara bertahap sehingga bentuk payudara menjadi lebih kecil.
  • Bercak merah pada kulit : Pecahnya pembuluh darah kecil bisa menimbulkan garis merah pada kulit daerah yang ditarget. Ini disebut telangiectasia, dan umum terjadi setelah radioterapi. Efek samping ini hanya merusak tampilan luar payudara, tidak menyebabkan kerusakan apa pun.
  • Kulit lebih gelap : Kulit di daerah yang ditarget secara bertahap akan menjadi lebih gelap dalam beberapa tahun setelah terapi radiasi. Kulit di daerah ini mungkin lebih sensitif dan harus ditutupi dengan pakaian atau memakai tabir surya jika berada di luar ruangan di bawah sinar matahari.

Efek samping jangka panjang

Beberapa wanita mendapatkan pembengkakan di lengan disebut limfedema setelah menerima radiasi pada ketiak, terutama jika mereka telah menjalani operasi pada area yang sama. Belakangan ini, spesialis tidak merekomendasikan untuk mengombinasikan operasi dan radiasi pada ketiak karena meningkatnya risiko limfedema. Tapi, operasi dan radiasi untuk ketiak mungkin keduanya diperlukan jika kelenjar getah bening ketiak telah dipengaruhi sel-sel kanker.

Radiasi juga dapat menyebabkan beberapa kerusakan saraf yang mengakibatkan mati rasa dan nyeri. Terapi radiasi dapat membatasi pilihan rekonstruksi atau kemampuan untuk menyusui. Ini adalah risiko yang harus didiskusikan secara seksama dengan dokter sebelum memulai perawatan.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY