Efek Samping Anti-depresan Pada Seksualitas

SehatFresh.com – Ada berbagai kondisi medis yang berdampak negatif pada seksualitas, termasuk salah satunya depresi. Depresi bisa mengakibatkan tidak adanya kesenangan dalam hidup dan yang dapat mencakup kehidupan seks. Lebih dari 60 persen dari semua orang yang menderita depresi dilaporkan mendapat semacam efek negatif pada kehidupan seks mereka. Tidak peduli apa penyebabnya, masalah seksual dapat memengaruhi harga diri seksual dan benar-benar memperburuk depresi.

Depresi disebabkan oleh ketidakseimbangan kimia di otak. Pada saat yang sama, otak juga mengontrol dorongan seksual, gairah seksual, dan pelepasan hormon. Neurotransmitter yang mengendalikan suasana hati juga membantu merangsang aliran darah ke alat kelamin sehingga ketika neurotransmitter tidak memproduksi dalam jumlah normal, maka aliran darah dapat terpengaruh.

Karena rangsangan seksual bermula dari otak, maka tidak heran ketika otak sedang terganggu dengan ketidakseimbangan kimianya, faktor-faktor yang memengaruhi seksualitas juga bisa ikut terpengaruh sehingga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menikmati seks serta menyebabkan disfungsi seksual secara fisik. Masalah seksual utama yang dihasilkan dari depresi adalah hasrat seksual yang rendah, masalah ereksi, dan ketidakmampuan untuk merasakan kenikmatan dari aktifitas seksual.

Salah satu perawatan yang digunakan untuk menangani depresi adalah obat anti-depresan. Sayangnya, perawatan ini memiliki efek samping seksual. Obat anti-depresan dapat menurunkan gairah seks, menyebabkan ejakulasi dini, disfungsi ereksi serta menghambat kenikmatan seksual. Orang yang mengambil antidepresan juga mungkin memiliki kesulitan mencapai orgasme. Hal ini dapat mengakibatkan frustasi ketika penderitanya mendapakan perasaan terangsang secara seksual, tetapi tidak mampu mencapai klimaks.

Survey menunjukkan bahwa antara 30 hingga 70 persen orang yang mengonsumsi antidepresan mengalami disfungsi seksual. Mekanisme di balik disfungsi seksual yang disebabkan anti-depresan belum sepenuhnya dipahami, namun diperkirakan hal ini berkaitan dengan penurunan kadar serotonin, dopamin, dan neurotransmiter lain di dalam otak.

Rendahnya libido adalah gangguan seksual yang paling umum dan terjadi pada lebih dari 75 persen pasien depresi. Tingkat keparahan efek samping seksual dari anti-depresan ini tergantung pada individu dan jenis antidepresan yang dikonsumsi. Obat Wellbutrin, Remeron, dan Desyrel disebut-sebut sebagai yang paling ringan dalam menyebabkan efek samping seksual, sedangkan SSRI dan SNRI umumnya mengakibatkan efek yang paling berat.

Melakukan terapi seperti psikoterapi atau terapi seks mungkin dapat berguna untuk meningkatkan fungsi seksual. Di samping itu, pengurangan dosis antidepresan dinilai dapat mengembalikan fungsi seksual mereka. Perlu diingat, penyesuaian dosis harus dibawah pengawasan medis, maka dari itu Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini.

Sumber gambar : www.hellodoctor.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY