Efek Samping dan Resiko Menjalani Tanam Benang

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sudahkah anda mencoba metode tanam benang untuk menunjang kecantikan anda? Jika belum, maka anda perlu menyimak penjelasan dalam artikel ini mengenai efek samping dan resiko yang bisa didapatkan dari menjalani tanam benang.

Tindakan tanam benang dalam kecantikan sebenarnya masih menjadi pro dan kontra dalam dunia kedokteran. Ada yang berangapan aman-aman saja dan ada yang berangapan berbahaya atau ragu terhadap metode tanam benang ini. Yang berangapan berbahaya atau ragu memiliki alasan bahwa tindakan tanam benang ini masih memiliki efek samping dan risiko dari yang ringan hingga berat sehingga menyarankan tidak melakukan tanam benang.

Terlepas dari pro dan kontra di atas, kita pasti sudah tahu bahwa sesuatu pasti ada baik dan buruknya. Begitu juga dengan tanam benang. Baiknya dapat membuat anda lebih cantik, sedangkan buruknya akan memberikan efek samping dan risiko setelah anda melakukan prosedur tanam benang. Untuk lebih jelasnya, anda bisa membaca tentang efek samping dan risiko menjalani tanam benang berikut ini:

Efek samping tanam benang

  1. Efek samping paling umum setelah menjalani tanam benang yaitu rasa nyeri yang dirasakan pada belakang telinga dan rasa tidak nyaman pada bagian wajah.
  2. Ada kemungkinan anda akan mengalami pembengkakan, memar atau bahkan akan merasa kesulitan saat mencoba membuka mulut.
  3. Anda juga bisa tiba-tiba menyadari bahwa kulit mengerut setelah prosedur tanam benang. Namun kerutan tersebut biasanya akan memudar dalam kurun waktu 14 sampai 21 hari.
  4. Bisa saja terjadi perdarahan saat anda melakukan tanam benang di tempat yang tidak terpercaya. Untuk menghindari hal ini sebaiknya anda berhati-hati dalam memilih tempat treatmen tanam benang.
  5. Wajah menjadi tidak simetris. Karena efek tanam benang sebenarnya hanya bertahan satu atau dua tahun maka jika efek sudah tidak bekerja wajah bisa menjadi tidak simetris.

Risiko tanam benang

Pada dasarnya metode tanam benang adalah tindakan yang minim invasif, namun tetap saja seseorang yang menjalani tanam benang akan memiliki risiko komplikasi. Risiko tanam benang yang bisa terjadi meliputi:

  • Terjadinya infeksi pada bagian yang dilakukan tanam benang
  • Nyeri di area ujung benang
  • Adanya atau muncul akumulasi darah (hematoma)
  • Benang bisa saja bergeser
  • Benang putus
  • Benang menjadi dapat terlihat
  • Muncul benjolan pada kulit atau disebut dengan granuloma.

Itulah beberapa efek samping dan risiko dari menjalani tanam benang. Tapi keputusan baiknya melakukan tanam benang atau tidak kembali pada anda karena yang bisa menentukan aman dan bisa dilakukan adalah anda sendiri, namun anda perlu berhati-hati agar tidak mendapatkan efek berbahaya dari tanam benang. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here