Efek Samping Merawat Wajah dengan Mikrodermabrasi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mikrodermabrasi sekarang ini bisa dikatakan telah menjadi perawatan kecantikan yang banyak digandrungi kaum hawa. Metode perawatan ini merupakan prosedur pengelupasan lapisan sel kulit mati menggunakan kristal mikro guna merangsang regenerasi sel kulit baru. Manfaat dari mikrodermabrasi antara lain menghilangkan flek, serta menyamarkan kerutan dan garis halus, sehingga wajah pun tampak lebih muda. Ketimbang operasi plastik, mikrodermabrasi minim rasa sakit sehingga tak perlu anestesi. Meski demikian, mikrodermabrasi tak lepas dari risiko efek samping. Berikut adalah beberapa efek samping yang bisa timbul setelah mikrodermabrasi:

  • Kemerahan. Salah satu efek samping yang paling umum setelah mikrodermabrasi adalah kemerahan pada kulit. Ketika kristal digosokkan ke kulit guna mengangkat sel kulit mati, setelahnya kulit bisa menjadi teriritasi dan tampak kemerahan karena eksfoliasi berlebihan sehingga terlalu banyak lapisan kulit yang terkelupas. Efek samping ini bisa lebih buruk jika kulit sedang dalam keadaan berjerawat. Kulit yang meradang akibat jerawat bisa semakin meradang.
  • Kulit sensitif. Karena lapisan paling atas terkelupas, kulit menjadi sensitif selama beberapa hari setelah mikrodermabrasi dilakukan. Oleh karenanya, orang yang baru melakukan mikrodermabrasi harus menghindari paparan sinar matahari selama beberapa hari guna memungkinkan kulit sembuh sepenuhnya.
  • Perubahan warna kulit. Perubahan warna kulit juga menjadi efek samping lain dari mikrodermabrasi. Efek samping ini umumnya dialami oleh mereka yang baru melakukan tanning atau mereka yang kulitnya berwarna gelap. Karena mikrodermabrasi akan memperlihatkan kulit baru, warna kulit mungkin menjadi kurang enak dipandang.
  • Infeksi kulit. Mikrodermabrasi juga tak lepas dari risiko infeksi. Ini bisa terjadi karena alat atau kristal yang kotor. Jika alat tidak dibersihkan setelah penggunaan sebelumnya, apalagi setelah digunakan untuk beberapa orang, risiko infeksi semakin tinggi. Jika muncul kerak kuning pada kulit setelah sesi mikrodermabrasi, lebih baik segera periksakan ke dokter kulit.
  • Memar pada kelopak mata. Orang yang mengonsumsi antikoagulan atau obat pengencer darah mungkin mengalami memar pada kelopak mata setelah mikrodermabrasi. Untuk itu, penting untuk menginformasikan kepada para profesional yang melakukan mikrodermabrasi jika Anda sedang dalam perawatan medis atau mengonsumsi obat tertentu guna mencegah terjadinya efek samping serius setelah melakukan mikrodermabrasi.

Meski efek samping tersebut jarang terjadi, tetap saja perlu jadi perhatian. Jangan tergiur harga miring untuk melakukan mikrodermabrasi di salon atau spa abal-abal. Hasil dari mikrodermabrasi akan lebih maksimal dan lebih aman jika dilakukan oleh dermatolog atau ahli kecantikan berlisensi. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here