Efek Samping Merokok Terhadap Kesehatan Kulit Wanita

SehatFresh.com – Merokok tidak baik bagi kesehatan, hal tersebut tentunya sudah menjadi rahasia umum. Tidak hanya berpengaruh buruk pada kesehatan jantung dan paru-paru, merokok juga ternyata berdampak buruk pada kesehatan kulit. Kesehatan kulit tentunya memberi pengaruh yang besar pada penampilan Anda. Orang yang memiliki kebiasaan merokok akan cenderung terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya. Hal ini dikarenakan kulit menjadi lebih cepat keriput.

Merokok telah dikaitkan dengan beberapa masalah kulit, termasuk noda kuning, garis bibir dan kulit yang semakin menipis. Hasil penelitian dari sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Dermatology mengungkapkan bahwa merokok dapat menyebabkan penuaan kulit yang lebih ekstrim. Setiap kali Anda menghisap rokok, itu berarti Anda telah menghambat sintesis kolagen dan meningkatkan enzim yang disebut matriks metaloproteinase yang dapat menurunkan protein seperti kolagen pada kulit Anda. Para peneliti juga menemukan bahwa perubahan tersebut tetap terjadi pada kulit yang terlindung dari sinar matahari.

Jaringan kulit mendapat makanan dari suplai pembuluh-pembuluh darah kapiler halus yang berjalan mengantarkan oksigen dan zat nutrisi. Semua makanan, minuman, atau apapun yang Anda konsumsi akan dipecah melalui proses metabolisme tubuh menjadi bermacam-macam zat yang diantarkan oleh darah ke sel-sel dan jaringan, termasuk ke jaringan kulit. Demikian pula dengan konsumsi makanan, minuman, dan zat apa pun yang tidak baik untuk kesehatan, akan ikut dialirkan pula oleh darah ke sel-sel dan jaringan, termasuk ke jaringan kulit.

Zat-zat kimia dalam rokok yang meresap ke kulit membuat kulit menjadi kekurangan oksigen. Hal ini mengakibatkan kulit menjadi kekurangan. Merokok akan mempercepat timbulnya keriput dibandingkan orang yang tidak merokok. Rona kulit Anda akan berubah seiring dengan sudah berapa lama Anda merokok. Semakin sering Anda terpapar asap rokok, semakin besar pula kemungkinan timbulnya keriput. Hal ini dapat memicu penuaan dini.

Elastisitas pada kulit akan terpengaruh oleh kebiasaan merokok. Merokok membuat kulit menjadi terlihat lebih tua dan menimbulkan efek negatif yang lebih besar dibandingkan apa pun selain kerusakan akibat sinar matahari. Merokok dan kanker memiliki keterkaitan yang sangat erat. Orang yang merokok lebih berisiko terkena kanker kulit yang mematikan. Perokok lebih berpotensi meninggal akibat kanker kulit seperti melanoma. Para perokok juga berisiko tinggi terkena kanker mulut.

Merokok merupakan suatu tindakan yang dapat menyakiti kulit sendiri, dan sangat sulit untuk menyembunyikan efek yang ditimbulkannya. Kulit seorang perokok biasanya lebih kering dibandingkan kulit normal sehingga penyembuhannya akan sulit. Kulit yang kering relatif menjadi lebih mudah pecah-pecah, sehingga masa penyembuhan luka menjadi sangat lama. Akan sangat sulit untuk mengobati dan mengembalikan kerusakan kulit yang timbul akibat rokok, maka dari itu berhenti merokok sedini mungkin adalah cara terbaik untuk meminimalkan risikonya.

Sumber gambar : reps-id.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY