Efek Samping Radiasi Pada Prostat

SehatFresh.com –¬†Keberhasilan penyembuhan untuk pasien dengan kanker prostat sejauh ini terus meningkat seiring dengan kemajuan dalam metode deteksi dan pengobatannya. Salah satu pilihan pengobatan untuk kanker prostat adalah terapi radiasi. Terapi radiasi melibatkan penggunaan radiasi bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker, menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker, dan mencegah penyebaran sel-sel kanker.

Terapi radiasi untuk kanker prostat biasanya diberikan sebagai radioterapi berkas eksternal. Beberapa pria dengan kanker prostat dini mungkin disarankan untuk brakiterapi, di mana bibit radioaktif kecil dimasukkan ke dalam tumor. Radioterapi eksternal dan brakiterapi tampak sama-sama efektif dalam menyembuhkan kanker prostat. Pada kanker prostat dini,  radiasi diberikan pada kelenjar prostat. Tujuannya untuk menghancurkan sel-sel kanker dengan meminimalkan risiko kerusakan yang mungkin terjadi pada jaringan normal di daerah sekitarnya, seperti kandung kemih atau bagian belakang (anus). Pengobatan ini dikenal sebagai radioterapi radikal. Namun, beberapa efek samping mungkin menyertai keberhasilan pengobatan dari terapi radiasi.

  • Efek samping pada usus

Selama dan setelah pengobatan radiasi untuk kanker prostat, mungkin pasien mengalami diare, rasa sakit pada dubur, iritasi perut, inkontinensia tinja dan tinja berdarah. Dalam kebanyakan kasus, gejala-gejala ini berhenti ketika pengobatan selesai.

  • Efek samping saluran kemih

Rasa sakit dan panas saat kencing, darah sesekali dalam urin dan peningkatan frekuensi buang air kecil seringkali dialami pasien kanker prostat yang menerima pengobatan radiasi untuk kanker prostat. Kemungkinan mengembangkan kanker kandung kemih juga lebih tinggi pada pasien yang menerima terapi radiasi untuk kanker prostat.

  • Impotensi

Risiko pengembangan impotensi tampaknya lebih tinggi pada kelompok usia yang lebih tua yang menerima terapi radiasi. Menurut American College of Radiology (ACR), kejadian keseluruhan impotensi pada pasien yang menerima terapi radiasi untuk kanker prostat sebanding dengan yang terlihat pada operasi prostat nerve-sparing.

  • Efek samping lain

ACR juga menambahkan bahwa terapi radiasi bisa memimbulkan efek samping dermatologis seperti kekeringan pada kulit, dengan atau tanpa kehilangan rambut sementara atau permanen, di atas daerah yang ditargetkan oleh terapi radiasi. Efek samping lainnya adalah kelelahan dan limfedema, yaitu penumpukan cairan di kaki dan alat kelamin.

Sebagian besar efek samping radioterapi secara bertahap menghilang setelah pengobatan selesai. Spesialis kanker, perawat atau ahli radiografi dapat memberitahu penanganan yang tepat untuk meminimalkan efek samping yang Anda alami. Jadi, pastikan mereka mengetahui setiap perubahan yang dialami sebelum, selama dan setelah Anda menerima perawatan radiasi.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY