Efek Samping Suplemen Testosteron

SehatFresh.com – Pria akan mengalami penurunan gairah seks seiring dengan bertambahnya usia mereka. Testosteron, yaitu hormon dominan pada pria yang meningkatkan hasrat seksual, produksi sperma, kepadatan tulang, dan massa otot, berada pada puncaknya pada usia tiga puluh. Ketika kadarnya menurun, pria mungkin kurang bergairah dalam seks atau tidak dapat melakukan aktivitas seksual seperti yang mereka inginkan. Penurunan minat seksual dapat menyebabkan depresi dan merusak hubungan dengan pasangan.

Gairah seksual paling banyak dipengaruhi kadar testosteron dibarengi faktor-faktor lain yang berkontribusi. Testosteron membuat organ intim pria tumbuh ketika anak laki-laki berkembang, dan mendukung atribut fisik laki-laki seperti pertumbuhan rambut wajah, bahu yang lebih luas, dan pengembangan otot yang lebih padat. Kadar testosteron akan berfluktuasi selama masa hidup dan mulai menurun setelah usia 30. Ini bisa berarti seorang pria kurang bergairah untuk seks dan ereksi mungkin kurang kuat seiring dengan melemahnya kekencangan otot.

Menurut Mayo Clinic, terapi testosteron dapat membantu mengobati hipogonadisme, yaitu kondisi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup testosteron. Namun, tidak jelas apakah suplemen dapat membantu pada pria yang sehat. Sebuah studi yang diterbitkan “Nature Reviews Endocrinology” menemukan tidak ada alasan ilmiah untuk meresepkan testosteron untuk pria di atas 65 dengan kadar testosteron normal atau rendah ke normal. Ini dikarenakan risiko efek sampingnya bisa lebih besar dibandingkan manfaatnya itu sendiri.

Sejumlah penelitian telah melaporkan adanya hubungan antara suplemen testosteron dan masalah jantung. Sebuah studi 2010 yang dilaporkan dalam “The New England Journal of Medicine”, menunjukkan bahwa beberapa pria di atas 65 memiliki peningkatan masalah jantung ketika mereka menggunakan gel testosteron. Sementara pada pria muda yang kurang dari 65, mereka beresiko untuk masalah jantung. Dari hasil penelitian, kedua kelompok dinilai memiliki risiko lebih besar terkena serangan jantung saat mengambil suplemen testosteron.

Tidak hanya terkait penyakit jantung, suplementasi testosteron juga telah dikaitkan dengan perkembangan tumor yang mengarah ke pembesaran prostat. Cleveland Clinic juga menambahkan bahwa terapi testosteron dapat menyebabkan sejumlah komplikasi potensial. Ini meliputi sleep apnea, jerawat berlebih, pembesaran payudara dan testis menyusut.

Ada banyak alasan mengapa gairah seks menjadi menurun. Penurunan kadar testosteron bisa menjadi sumber yang utama pada paria. Namun, ini bisa berakar dari tekanan hidup atau masalah hubungan dengan pasangan. Suplemen testosteron mungkin akan meningkatkan gairah seks dalam kasus testosteron yang sangat rendah dan hipogonadisme. Sebelum memutuskan memilih suplemen testosteron, penting untuk melakukan pengujian testosteron untuk menentukan apakah suplementasi akan membantu mengatasi masalah Anda.

Sumber gambar : SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY