Efek Sistemik Akibat Penyakit Periodontal

SehatFresh.com – Penyakit periodontal merujuk pada kondisi peradangan kronis yang merusak gusi dan struktur pendukung yang mendasarinya (periodonsium). American Academy of Periodontists (AAP), menegaskan bahwa penyakit periodontal bisa menimbulkan efek sistemik pada bagian tubuh lainnya. Penyakit periodontal dapat memperburuk penyakit seperti diabetes, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Infeksi merupakan akar dari penyakit periodontal. Tanpa pencegahan dan nutrisi yang tepat, gusi dan struktur pendukungnya menjadi rentan terhadap invasi bakteri. Untuk bertahan hidup di mulut, bakteri menghasilkan bahan kimia yang merusak jaringan manusia. Pada gilirannya, infeksi muncul sebagai respon bawaan oleh sistem kekebalan tubuh.

Bakteri yang menyerang dan menginfeksi gusi dan periodonsium sulit dijangkau. Pasalnya, bakteri bersembunyi jauh di dalam kantong periodontal di mana akar gigi terletak. Akibatnya, peradangan menjadi semakin buruk. Proses peradangan yang dibiarkan berkepanjangan pada akhirnya akan merugikan sistem lain dalam tubuh dan menguras cadangan sistem kekebalan tubuh.

Penyakit periodontal dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. AAP mengeluarkan peringatan bahwa orang-orang dengan penyakit periodontal dua kali lebih mungkin menderita penyakit arteri koroner dibandingkan mereka yang tidak memiliki penyakit tersebut. Bakteri yang beredar dalam aliran darah menyebabkan kerusakan pada lapisan pembuluh darah sehingga berpotensi membentuk gumpalan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan serangan jantung. Demikian pula, jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak menjadi rusak dan tersumbat karena pembentukan gumpalan, kemungkinan akan terjadi stroke.

Penyakit periodontal juga bisa timbul akibat diabetes pada beberapa orang. Timbulnya penyakit periodontal dapat memperburuk diabetes mereka sehingga membuat mereka lebih sulit mengontrol gula darah mereka. Penderita diabetes diketahui lebih rentan terhadap infeksi. Sebuah studi 1997 yang diterbitkan dalam “Journal of Periodontology” menetapkan bahwa ketika penyakit periodontal berkepanjangan telah diobati, penderita diabetes yang dulu gula darahnya sulit dikendalikan, akan dapat mengelola penyakit mereka.

AAP juga memperingatkan bahwa wanita hamil dianggap tujuh kali lebih mungkin untuk melahirkan prematur atau bayi lahir dengan berat badan lahir rendah jika mereka memiliki penyakit periodontal. Hal ini dikarenakan bakteri dan bahan kimia yang beredar akibat peradangan menginduksi timbulnya kontraksi karena berinteraksi dengan janin yang sedang berkembang.

Karena memengaruhi sistem tubuh lain, maka sangat penting untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menerapkan praktek kebersihan gigi dan mulut secara benar. Selalu rutin sikat gigi setidaknya dua kali sehari, berkumur secara benar dan gunakan juga benang gigi untuk pembersihan area gigi yang sulit dijangkau sikat gigi. Dan jangan lewatkan juga untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut serta membersihkan karang gigi secara berkala setidaknya setiap enam bulan sekali.

Sumber gambar : kawatgigijogja.tumblr.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY