Efektifkah Vasektomi Cegah Kehamilan?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sejumlah cara tersedia untuk mencegah kehamilan. Bagi pria, salah satunya adalah vasektomi. Tapi, seberapa efektifkah vasektomi mencegah kehamilan? Vasektomi adalah prosedur operasi sehingga dapat muncul beberapa komplikasi dan efek samping umum, misalnya perdarahan, infeksi dan rasa tidak nyaman setelah tindakan tersebut dilakukan. Namun, hal ini dapat ditangani dengan relatif mudah.

Untuk mengetahui bagaimana vasektomi bekerja, ada baiknya perlu sedikit dipahami lebih jauh tentang anatomi tubuh manusia, khususnya pria. Sperma diproduksi dalam testis dan disimpan dalam kantung yang disebut epididimis. Dari kantung ini, sperma akan mengalir melalui sebuah tabung tipis seukuran tali sepatu dengan panjang 40 cm. Selubung ini disebut vas deterens. Vas deterens terhubung dengan kelenjar prostat produksi air mani dan vesikulas seminalis yang berdekatan dengan kandung kemih.

Begitu sperma keluar dari ujung vas, campur tangan pria dalam proses reproduksi pun dimulai. Jika sperma tidak keluar dari vas, akan masih tetap ada air mani yang keluar. Namun, tidak memiliki kandungan sperma untuk bisa membuahi sel telur dalam rahim wanita.

Untuk melakukan vasektomi, dokter bedah akan memijat skrotum Anda sampai ia bisa merasakan vas. Proses pencarian vas ini mirip seperti saat Anda berusaha menemukan tali dalam pinggang karet celana joging setelah tali tersebut tertarik ke dalam. Setelah ditemukan, dokter akan menusuk lapisan kedua skrotum untuk membuat lubang mikro menggunakan jarum dan menggunakan penjepit kecil untuk sedikit menarik vas keluar. Kemudian, dia akan menjahit ujung tabung, dengan proses yang dinamakan intraluminal cauterization with fascial interposition.

Melalui teknik ini, dokter akan mengiris ujung tabung vas menjadi dua cabang dan membuat luka pada salah satu dinding dalam dengan jarum panas. Setelah itu, dokter akan menjahit jaringan pelindung vas (fascia) untuk menutup bukaan tabung.

Singkatnya, vasektomi dilakukan dengan memutus atau menyumbat saluran yang mengeluarkan sperma. Dengan kata lain, proses ini menyebabkan sperma tidak bisa bercampur lagi dengan air mani.

Sekitar 99% kasus vasektomi terjamin efektif untuk mencegah kehamilan. Yang perlu dipahami, Anda masih bisa membuat pasangan hamil kecuali jumlah sperma Anda benar-benar nol. Hingga saat itu, Anda harus tetap menggunakan metode kontrasepsi lain sampai tiga bulan setelah vasektomi. Hal ini perlu dilakukan karena masih ada sisa-sisa sperma yang mengapung di sekitar ujung bukaan vas.

Vasektomi tidak akan menurunkan kadar testosteron, mengganggu gairah seks, kemampuan untuk ereksi, orgasme, maupun ejakulasi Anda. Intinya, vasektomi tidak akan mempengaruhi kehidupan seksual seseorang.

Kesimpulannya, vasektomi efektif mencegah kehamilan. Sayangnya, metode ini permanen sehingga pria tidak akan bisa punya anak lagi di kemudian hari. Jadi, sebelum terlanjur, pikirkan masak-masak sebelum melakukannya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here