Efektivitas Kontrasepsi Tubektomi Dalam Mencegah Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Keluarga berencana yaitu suatu upaya untuk mengatur kelahiran anak, jumlah anak, usia, jarak kehamilan dan melahirkan, dengan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi demi mewujudkan keluarga yang berkualitas. Pemerintah meluncurkan suatu gagasan baru mengenai keluarga berencana mandiri yang artinya yaitu masyarakat memilih metode kontrasepsi lingkaran emas dan mengarahkan pada pelayanan metode kontrasepsi  efektif (MKE) yang meliputi AKDR, suntik, implant dan kontrasepsi darurat.

Tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor resiko yang menyebabkan komplikasi pada saat persalinan, beberapa faktor tersebut diantaranya yaitu usia ibu, paritas (jarak kehamilan), jumlah anak, riwayat penyakit dan lain-lain. Untuk menurunkan angka kematian ibu diperlukan beberapa upaya yaitu dengan melakukan asuhan kebidanan secara komperhensif di mulai dari kehamilan, melahirkan, BBL, nifas, sampai ibu menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakannya.

Berbicara mengenai kontrasepsi ada beberapa wanita yang dianjurkan untuk menggunakan metode kontraspsi mantap yang disebut dengan kontrasepsi tubektomi. Syarat seorang wanita menggunakan metode tubektomi yaitu usia ibu >35 tahun, jumlah anak lebih dari 2, riwayat proses persalinan yang sering mengalami komplikasi dan penyakit tertentu yang dapat membahayakan kondisi wanita tersebut, contohnya kanker rahim dan lain-lain. Tubektomi merupakan suatu tindakan pengambilan sebagian saluran telur seorang wanita untu mencegah terjadinya proses fertilisasi.

Metode kontrasepsi tubektomi dilakukan melalui 3 cara yaitu bedah laparoskopi, minilaparotomy dan tuba implan. Kontrasepsi jenis ini bersifat permanen sehingga bagi wanita yang melakukan metode kontrasepsi jenis ini harus benar-benar matang dan ada rasa sukarela serta memenuhi syarat yang telah ditentukan. Walaupun jenis kontrasepsi tubektomi bersifat permanen akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa wanita tersebut masih bisa hamil meskipun kemungkinan tersebut sangatlah kecil. Seberapa ampuhkah kontrasepsi tubektomi dalam mencegah kehamilan?

Efektivitas kontrasepsi tubektomi mencapai 99,9% dalam mencegah kehamilan, hal tersebut artinya yaitu dari setiap 100 orang yang melakukan kontrasepsi tubektomi hanya ada satu orang yang dapat hamil kembali. selain itu menurut pendapat lain menjelaskan bahwa efektivitas metode kontrasepsi tubektomi cukup tinggi hal ini dikarenaka hanya 0,2-4 orang yang dapat hamil kembali setelah dilakukan pembedahan tubektomi.

Menurut hasil penelitian lain menyebutkan bahwa kontrasepsi tubektomi merupakan kontrasepsi mantap yang sangat efektif dalam mencegah kehamilan, kontrasepsi jenis ini memiliki efektivitas sekitar 99,4-99,8% per 100 wanita. Selain itu penelitian ini juga menyatakan bahwa angka kegagalan dari kontrasepsi tubektomi sekitar 1-5 per kasus.

Efektivitas kontrasepsi tubektomi sangatlah tinggi namun apabila seorang wanita yang telah melakukan metode ini ingin memiliki anak, wanita tersebut dapat kembali hamil lagi yaitu dengan cara menyambungkan kembali pembedahan yang sebelumnya telah dilakukan dengan melakukan operasi desterilisasi atau tidandakan tuba reversal.

Akan tetapi upaya ini menunjukan pada tingkat fertilitas yang tidak seperti sediakala secara umum operasi desterilisasi ini hanya berhasil sekitar 40% hinggaa 85% setalah satu tahun menjalankan tubektomi. Selain itu metode tubektomi tidak mencegah dari penyakit menular seksual (PMS). (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here