Ejakulasi Tertunda Pada Pria

SehatFresh.com – Salah satu masalah seksual yang dialami oleh pria adalah mengenai ejakulasi. Masalah ejakulasi yang paling sering sering dialami pri adalah ejakulasi dini. Di samping gangguan ejakulasi dini, terdapat bentuk gangguan ejakulasi lain yang juga dapat dialami oleh pria, yaitu ejakulasi tertunda. Ejakulasi tertunda adalah suatu kondisi di mana dibutuhkan rangsangan seksual yang lebih lama bagi seorang pria untuk mencapai klimaks seksual dan berejakulasi.

Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda bahkan tidak dapat ejakulasi sama sekali. Sebagian besar pria mengalami ejakulasi dalam beberapa menit setelah memulai penetrasi saat berhubungan. Namun, pria yang mengalami gangguan ejakulasi tertunda mungkin sama sekali tidak mampu ejakulasi dalam beberapa keadaan, seperti selama hubungan, atau mereka hanya mungkin dapat ejakulasi dengan upaya besar dan setelah berhubungan cukup lama, misalnya 30 sampai 45 menit. Biasanya pria dengan gangguan ejakulasi tertunda tidak bisa mencapai orgasme saat berhubungan seks, namun bisa ejakulasi dengan rangsangan tangan atau rangsangan oral. Sebagian pria bisa berejakulasi hanya dengan masturbasi.

Ejakulasi tertunda bisa disebabkan beberapa faktor, diantaranya :

  • Usia, seiring bertambahnya usia, maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai orgasme akan semakin lama.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti mesoridazin, tioridazin, dan beberapa obat tekanan darah.
  • Efek samping dari obat anti-depresi.
  • Penyakit diabetes.
  • Faktor psikis seperti ketakutan saat penetrasi dan ketakutan mengalami ejakulasi di depan pasangannya.

Ejakulasi tertunda sesekali mungkin dialami pria akibat stres atau faktor sementara lainnya dapat memperbaiki ketika penyebabnya bisa diatasi. Jika kondisi terus berkelanjutan, ejakulasi tertunda dapat menjadi sumber stres mental dan emosional bagi pria dan pasangannya. Pria dan pasangannya dapat kehilangan kenikmatan hubungan, yang lama-kelamaan dapat berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga atau timbul masalah dalam hubungan dengan pasangan karena adanya kualitas hubungan seksual yang tidak memuaskan.

Pasangan mungkin berpikir ketidakmampuan untuk mencapai klimaks adalah tanda minat seksual berkurang. Berkomunikasilah secara terbuka dan jujur dengan pasangan tentang kondisi yang sebenarnya. Pengobatan akan berhasil jika ada kerja sama antara Anda dan pasangan. Anda dan pasangan bisa menemui dokter atau terapis seks professional untuk mencari solusinya. Hal ini dapat membantu mengatasi kehawatiran bahwa pasangan memiliki masalah ejakulasi tertunda.

Sumber gambar :  helpjonmetz.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY