Emboli Air Ketuban saat Melahirkan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Emboli air ketuban atau EAK (Amniotic fluid embolism) adalah salah satu jenis masalah yang dapat dihadapi oleh ibu yang melahirkan atau ibu bersalin. Kasus ini memang jarang terjadi, namun emboli air ketuban adalah kasus yang berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan saraf dan kematian bagi ibu. Kasus emboli air ketuban umumnya terjadi pada kasus aborsi, namun kasus yang paling sering terjadi justru pada saat persalinan dan sesaat setelah ibu melahirkan. Bisa dibilang kejadiannya satu diantara 80.000 dan 800.000 persalinan di dunia.

Ibu yang paling beresiko mengalami emboli air ketuban adalah mereka yang memiliki tubuh gemuk, persalinan dengan oksitosin drip, persalinan presipitatus (kurang dari 3 jam), IUFD (missed abortion) dan trauma (benturan berat) saat hamil. Tindakan diagnostik dengan cara mengambil sampel (contoh) air ketuban melalui dinding perut atau yang biasa disebut dengan amniosentesis juga bisa menyebabkan ibu mengalami emboli air ketuban.

Berikut ini akan adalah kumpulan definisi dan pengertian dari emboli air ketuban.

  1. Definisi Emboli Air Ketuban (EAK)

Pada tahun 1927, Meyer pertama kali mengemukakan tentang adanya kasus emboli air ketuban. Emboli merupakan istilah yang berarti penyumbatan, sedangkan air ketuban atau cairan amnion adalah cairan yang menyertai janin di dalam kandungan. Cairan amnion sebenarnya sangat bermanfaat bagi janin yaitu sebagai media penyalur nutrisi dan bahan antibodi. Namun, ternyata bisa membahayakan bagi ibu.

  1. Pengertian Emboli Air Ketuban (EAK)
  • Emboli air ketuban adalah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah ibu karena air ketuban masuk ke dalamnya.
  • Emboli air ketuban adalah komplikasi yang jarang terjadi pada persalinan tetapi kejadiannya tidak dapat diduga dan dihindari, berbahaya serta sulit untuk diobati.
  • Emboli air ketuban adalah masuknya cairan ketuban dan komponen-komponenya ke dalam sirkulasi darah ibu. Komponen-komponen tersebut berupa lapisan kulit janin yang terlepas, rambut janin, lapisan lemak janin dan cairan kental.
  • Emboli cairan ketuban adalah sindrom (gejala-gejala penyakit) dimana sejumlah besar cairan ketuban memasuki sirkulasi darah maternal, bisa menyebabkan gangguan pernafasan yang akut dan syok.

Begitu banyak teori dan pendapat yang menjelaskan tentang pengertian emboli air ketuban. Pada intinya terjadinya emboli air ketuban bisa terjadi apabila di dalam sirkulasi darah ibu kemasukan air ketuban dan komponen lain yang menempel pada janin. Tempat utama yang menjadi jalan masuknya cairan ketuban ke dalam sirkulasi darah ibu yakni vena endocervikal yang dapat robek saat persalinan dan di daerah utero plasenta. Baik itu persalinan normal atau persalinan sectio caesaria bisa beresiko terjadi EAK. Seorang ibu yang mengalami EAK ini bisa meninggal dunia dalam waktu kurang lebih 1 jam jika tidak mendapatkan pertolongan yang maksimal. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here