Empat Kelainan Seperma yang Mengancam Kesuburan

SehatFresh.com – Upaya untuk memiliki anak terkadang tak berjalan semudah apa yang dibayangkan. Ada berbagai faktor yang menghambat sperma untuk membuahi sel telur, sehingga mengakibatkan pasangan suami istri menjadi kurang subur atau bahkan tidak subur. Penyebab susah memiliki keturunan ini tidak selalu penyebabnya ada pada pihak wanita. Di luar asumsi masyarakat selama ini, ternyata pria menyumbang 30-40%, penyebab kemandulan dalam rumah tangga. Hal ini salah satunya bisa terkait dengan kelainan sperma yang kerap dialami pria, seperti:

  1. Azoospermia
    Azoospermia adalah kelainan sperma di mana tidak ditemukannya sel sperma dalam cairan semen atau air mani. Gangguan ini terjadi akibat adanya penyumbatan di saluran sperma (vas deverens) sehingga sperma tidak bisa keluar dan bercampur denagn air mani. Penyebab lainnya adalah testis gagal dalam produksi sperma. Karena tidak ada sel sperma yang di keluarkan saat berejakulasi, maka pria dengan azoospermia kecil kemungkinannya untuk tidak bisa menghamili pasangannya. Meski demikian, hal tersebut tidak selalu berarti kemandulan, terutama jika testis penderita masih bisa memproduksi sperma. Namun, bila organ reproduksi tersebut telah rusak, maka keadaan inilah yang menyebabkan pria menjadi mandul.
  2. Oligospermia atau oligozoospermia
    Dalam setiap 1 ml air mani seharusnya terdapat 20 juta sel sperma, jika kurang dari jumlah tersebut, maka bisa dikatakan oligospermia. Oligospermia dapat menyebabkan pria menjadi mandul jika kondisinya dibiarkan dan tidak memerhatikan pola makan dan gaya hidupnya. Para ahli meyakini bahwa perubahan pola hidup dan mengurangi stres dapat meningkatkan jumlah sperma.
  3. Asthenozoospermia
    Asthenozoospermia adalah kelainan sperma yang terjadi jika sperma yang di keluarkan oleh pria saat ejakulasi tidak memiliki kekuatan untuk berenang dengan cepat melalui lapisan mukosa rahim menuju ovarium untuk membuahi sel telur. Gerakan sperma pada dasarnya bermacam-macam. Pada jutaan sel sperma, beberapa sperma dapat bergerak cepat dan lincah, sementara yang lain mungkin bergerak lambat dan berkelok-kelok. Asthenozoospermia ditandai dengan jumlah sperma yang bergerak cepat kurang dari jumlah standar normalnya.
  4. Teratospermia
    Teratospermia adalah kondisi di mana bentuk sperma abnormal sangat banyak dan jumlah morfologi sperma normal kurang dari 30%. Penyebab teratospermia ini belum diketahui secara pasti tetapi beberapa penyakit seperti penyakit celiac dan crohn telah dikaitkan dengan kondisi ini. Adanya kelainan hormonal dan kelainan pada fisik testis seperti infeksi dan tumor juga turut memengaruhi morfologi sperma.

Jika Anda dan pasangan telah secara rutin melakukan hubungan seksual selama setahun tanpa kontrasepsi dan belum juga hamil, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter. Ketidaksuburan dapat terjadi pada siapa saja, baik pria atau wanita. Semakin dini kelainan tersebut terdeteksi, maka tindakan dan pengobatan yang dilakukan akan semakin besar peluang keberhasilannya.

Sumber gambar : www.taopic.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY