Empat Komplikasi Kehamilan Akibat Gula Darah Tinggi

SehatFresh.com – Kadar gula darah tinggi, secara medis disebut dengan istilah hiperglikemia. Ini merupakan salah satu sinyal dari diabetes. Ketika ini terjadi selama kehamilan, tetapi tidak sebelum kehamilan, maka disebut diabetes gestasional. Hiperglikemia yang ada sebelum dan selama kehamilan dapat menyebabkan risiko kesehatan untuk ibu dan bayi dalam kandungan. Hiperglikemia dapat memengaruhi ibu dan bayi dan meningkatkan risiko komplikasi serius selama kehamilan, persalinan dan setelah melahirkan, diantaranya :

  1. Cacat lahir

Risiko cacat lahir tidak meningkat pada wanita dengan diabetes gestasional. Tapi, wanita yang memiliki kadar glukosa yang tinggi pada minggu pertama kehamilan karena sebelumnya mengidap diabetes memiliki risiko tiga hingga empat kali lebih tinggi memiliki bayi dengan lahir cacat (menurut Eastern Virginia School of Medicine Maternal Fetal Health Division). Cacat lahir karena hiperglikemia pada trimester pertama paling sering memengaruhi pengembangan otak, jantung dan sumsum tulang belakang.

  1. Makrosomia

Makrosomia adalah istilah medis untuk bayi dengan berat badan lahir berlebihan. Seorang bayi didiagnosis dengan makrosomia janin biasanya memiliki berat lahir lebih dari 4000 gram. Makrosomia menyebabkan peningkatan tingkat bedah caesar pada ibu dengan diabetes dan membuat persalinan melalui vagina menjadi sulit dan menempatkan bayi pada risiko cedera selama kelahiran. Salah satunya, meningkatkan risiko distosia bahu, tersangkutnya bahu janin dan tidak dapat dilahirkan setelah kepala janin dilahirkan. Distosia bahu dapat menyebabkan cedera saraf pada lengan atau bahu bayi, yang menyebabkan cacat permanen.

  1. Hipoglikemia neonatal

Bayi yang ibunya memiliki hiperglikemia cenderung memiliki tingkat glukosa tinggi dalam darah mereka karena tingginya kadar glukosa yang beredar melalui plasenta. Sebelum lahir, bayi menjadi memproduksi lebih banyak insulin dari biasanya untuk menyerap lebih banyak glukosa. Setelah dilahirkan, bayi mungkin gelisah, tidak mampu mempertahankan suhu tubuh, kesulitan bernapas, sulit makan dan dapat mengembangkan kejang atau kerusakan otak jika hipoglikemia tidak didiagnosis dengan cepat.

  1. Kelahiran mati

Lahir mati atau kematian janin sebelum persalinan, lebih sering terjadi pada ibu yang hiperglikemia karena sebelumnya telah mengidap diabetes tipe 1 atau 2. Ini karena hiperglikemia merusak pembuluh darah di plasenta, sehingga mengakibatkan penurunan pasokan nutrisi dan oksigen untuk janin.

Jika ibu memiliki diabetes yang didiagnosis sebelum atau pada awal kehamilan, ibu harus melakukan kontrol kadar glukosa darah secara ketat selama kehamilan untuk meminimalkan risiko komplikasi. Jika ibu sebelumnya mengidap diabetes atau beresiko diabetes, konsultasikan hal ini pada penyedia layanan kesehatan sebelum kehamilan atau segera setelah mengetahui bahwa ibu sedang hamil.

Sumber gambar : www.cosmomom.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY