Empat Memaksimalkan Detoksifikasi Tubuh Saat Puasa

SehatFresh.com – Secara umum, berpuasa adalah menahan untuk tidak makan dan minum, serta tidak melakukan hal-hal buruk yang dilarang oleh agama. Meskipun akan terasa lemas pada awalnya, berpuasa telah terbukti memberi banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya sebagai sarana detoksifikasi tubuh yang alami. Ketika sedang berpuasa, cadangan lemak yang tertimbun dalam tubuh akan diubah untuk memenuhi kebutuhan energi harian. Bersamaan dengan proses tersebut, terjadi pelepasan bahan-bahan kimia yang terikat dalam lemak untuk kemudian dikeluarkan melalui urine, tinja, dan keringat. Proses inilah yang dinamakan detoksifikasi. Puasa terutama di bulan Ramadhan merupakan salah satu bentuk detoksifikasi paling alami dan natural yang dapat Anda dilakukan, ketimbang melakukan diet tertentu.

Puasa dapat mengkondisikan tubuh untuk mengeluarkan racun, karena sebenarnya tubuh manusia telah memiliki sistem detoksifikasi secara alami. Dengan pola makan teratur di bulan puasa, tubuh dapat terkondisikan untuk melakukan detoksifikasi secara alami. Organ-organ metabolisme yang berperan dalam proses detoks adalah hati, usus besar dan ginjal yang secara sistematis akan mengolah makanan beserta racun yang terkandung di dalamnya. Puasa dapat mengoptimalkan kerja organ metabolisme detoks agar detoksifikasi berjalan lancar.

Berikut adalah beberapa cara alami untuk memaksimalkan proses detoksifikasi selama puasa:

  1. Jangan makan berlebihan
    Setelah seharian tidak makan dan minum, biasanya kita akan terpicu untuk memakan segala makanan pada saat berbuka. Cara makan seperti ini tidak baik bagi tubuh karena memaksa lambung untuk bekerja lebih keras. Maka dari itu, sebaiknya pilihlah menu berbuka puasa yang sehat dan mudah dicerna agar energi yang dihasilkan tidak terkuras untuk mencerna makanan saja, tetapi juga untuk membuang racun yang mengendap di dalam tubuh.
  2. Cukupi kebutuhan minum
    Umumnya, tubuh membutuhkan sedikitnya 8 gelas air setiap harinya. Dalam proses detoksifikasi, air putih berfungsi untuk membantu mengeluarkan racun-racun yang ada dalam tubuh melalui urin dan keringat. Untuk memaksimalkan detoks tersebut, konsumsilah air putih pada saat berbuka, malam dan sahur setidaknya hingga 8 gelas secara bertahap, agar proses metabolisme tubuh tetap berjalan optimal.
  3. Tingkatkan konsumsi sayur dan buah
    Zat antioksidan dan serat alami yang terkandung di dalam sayuran terutama sayuran hijau berfungsi untuk melancarkan saluran pencernaan dan mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang tidak berguna dari tubuh. Buah-buahan yang kaya akan vitamin dan mineral juga dibutuhkan oleh tubuh. Buah yang kaya akan kandungan vitamin C seperti jeruk dan lemon sangat baik dalam mempercepat proses detoksifikasi. Vitamin C berfungsi untuk membakar lemak dan membuang sisa-sisa pembakaran dari dalam tubuh. Rutin mengkonsumsi buah pada saat sahur dan berbuka dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan meningkatkan stamina selama berpuasa.
  4. Tetap berolahraga
    Puasa bukanlah alasan untuk tidak berolahraga. Berolahraga justru menjaga agar tubuh tetap prima saat puaa. Olahraga ringan seperti yoga bisa menjadi pilihan yang tepat saat sedang berpuasa. Gerakan dan latihan pernapasan yang terdapat di dalam yoga dapat mempercepat proses detoksifikasi. Ketika berpuasa, olahraga dapat dilakukan sekitar satu jam menjelang waktu berbuka puasa guna meminimalisir kekurangan cairan dan anjloknya kadar gula darah.

Sumber gambar : www.youtube.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY