Empat Momen Tepat Untuk Bercinta

SehatFresh.com – Hal yang paling dicari dalam hubungan seksual adalah kepuasan maksimal yang sama-sama didapat oleh masing-masing pasangan. Sudah banyak cara yang disarankan untuk mendapatkan kepuasan di ranjang bagi masing-masing pasangan, mulai dari variasi posisi, teknik foreplay atau mengonsumsi makanan tertentu. Sayangnya, yang seringkali terabaikan adalah mengenai waktu bercinta yang tepat. Bila Anda berpikir bercinta hanya baik dilakukan di malam hari, maka Anda keliru. Para seksolog menyebutkan bahwa waktu bercinta turut berpengaruh pada kepuasan yang didapat pasangan. Bercinta tak harus selalu dilakukan malam hari. Anda bisa mencoba beberapa waktu berikut ini :

  1. Pagi hari
    Menurut seksolog Jessica O’Relly, PhD, pagi hari adalah waktu yang paling tepat untuk bercinta. Pria biasa akan terbangun dengan keadaan ereksi di pagi hari. Pada waktu tersebut, tingkat terstoteron pada pria sedang memuncak. Kadar testosteron pria akan mengalami lonjakan sepanjang malam saat tertidur, sehingga dit pagi hari para pria cenderung dalam mood yang bagus untuk bercinta. Selain itu, bercinta di pagi hari akan membuat tubuh lebih sehat dan bahagia sehingga bisa menambah semangat untuk beraktifitas.
  2. Setelah olahraga
    Rasa lelah dan capek setelah berolahraga bisa terobati ketika Anda melakukan hubungan intim bersama pasangan. Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Neuroscience, melakukan hubungan intim setelah berolahraga bisa membuat badan lebih rileks sekaligus membuat pasangan lebih bergairah. Penelitian juga mengungkapkan bahwa kadar testosteron seseorang akan berada puncaknya setelah berolahraga. Karena hal ini, gairah seseorang akan lebih mudah meningkat dan bergairah. Ketika gairah meningkat, maka hubungan intim akan semakin bergairah dan kepuasannya terasa maksimal.
  3. Masa ovulasi
    Masa ovulasi telah diyakini sebagai masa terbaik untuk melakukan hubungan intim. Menurut penelitian di Journal of Sexual Medicine, klitoris seorang wanita akan mengembang menjadi lebih besar hingga 20 persen selama ovulasi. Masa ovulasi sendiri terjadi sekitar hari ke 14 dari siklus menstruasi. Saat seorang wanita mengalami ovulasi, gairah bercintanya juga cenderung tinggi sehingga lebih mungkin mencapai orgasme.
  4. Setelah melewati hari yang buruk
    Seks bisa menjadi pilihan yang baik ketika Anda ingin meredakan stres setelah mengalami hari yang tidak menyenangkan. Penelitian menunjukkan bahwa seks dan bentuk perhatian fisik lain seperti berpegangan tangan, secara signifikan dapat meningkatkan suasana hati dan menurunkan tingkat stres untuk beberapa hari berikutnya. Menurut Jessica O’Relly, selama pasangan bukanlah yang menjadi sumber kemarahan, seks ketika marah bisa menjadi sangat menggairahkan dan membuat pikiran menjadi lebih rileks setelahnya.

Sumber gambar : cyberbluewebid.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY