Enam Hal yang Membuat Wanita Lebih Berisiko Endometriosis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com РEndometriosis memang tidak sepopuler kanker serviks. Tapi, kondisi ini juga perlu diwaspadai oleh kaum hawa karena menjadi salah satu kondisi yang menyebabkan sulitnya mendapatkan momongan. Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan di dalam lapisan rahim (endometrium) bertumbuh di luar rongga rahim. Pertumbuhan jaringan rahim abnormal ini dapat memicu masalah kesuburan wanita karena  dapat memicu kerusakan ovarium dan rahim, dan bahkan meningkatkan risiko kanker ovarium.

Penyebab pasti endometriosis belum diketahui, namun diduga kuat karena kombinasi faktor genetik, biologi, dan lingkungan. Gejala utama yang menandakan endometriosis adalah nyeri panggul yang umumnya terjadi saat menstruasi. Meskipun banyak wanita mengalami ini, wanita dengan endometriosis banyak yang melaporkan bahwa mereka mengalami nyeri menstruasi yang berlebih tak seperti biasanya. Rasa sakitnya pun cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Tentunya, deteksi dini dapat meningkatkan peluang wanita dengan endometriosis memperoleh kehamilan.

Sayangnya, beberapa wanita dengan endometriosis mungkin tidak mengalami gejala apa pun sehingga sulit untuk mengetahui secara pasti berapa banyak wanita yang memiliki kondisi tersebut. Oleh karenanya, penting juga bagi para wanita untuk mengetahui faktor risiko endometriosis dalam dirinya. Mengetahui faktor risiko endometriosis tentunya dapat meningkatkan kesadaran untuk segera melakukan pemeriksaan medis ketika merasa mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan endometriosis. Adapun beberapa faktor risiko endometriosis yang perlu diwaspadai wanita meliputi:

  1. Belum pernah melahirkan. Kehamilan diyakini memberikan efek perlindungan terhadap endometriosis. Sementara mereka yang belum pernah melahirkan dianggap lebih berisiko menderita endomteriosis. Namun, endometriosis masih bisa terjadi pada wanita yang telah memiliki anak.
  2. Usia produktif. Tingginya kadar estrogen dalam tubuh diduga kuat berkaitan dengan endometriosis. Ini menjadi salah satu alasan mengapa endometriosis cenderung dialami oleh wanita di usia produktif. Umumnya wanita yang berusia 25 hingga 40 tahun.
  3. Lemak trans dari makanan. Selain merusak kesehatan peredaran darah, sejumlah studi menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan lemak trans lainnya yang berlebihan dapat meningkatkan risiko endometriosis.
  4. Memiliki masalah menstruas Wanita yang memiliki endometriosis pada awalnya cenderung memiliki lebih banyak masalah dengan menstruasi. Siklus menstruasinya cenderung lebih pendek dari siklus normal (kurang dari 27 hari), pendarahan berlebihan, dan menstruasi lebih dari tujuh hari.
  5. Riwayat keluarga. Seorang wanita menjadi lebih berisiko menderita endometriosis jika memiliki ibu, saudara atau anggota keluarga lainnya yang memiliki riwayat endometriosis.
  6. Menarche (menstruasi pertama) dini. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa menarche sebelum usia 11 tahun juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko yang memicu endometriosis.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY