Enam Tanda Masa Subur

SehatFresh.com – Masa ovulasi adalah ketika sel telur matang dan dilepaskan dari ovarium ke rahim. Ovulasi merupakan momen penting bagi pasangan yang menginginkan kehamilan. Di masa inilah, telur akan bertemu sperma untuk membentuk embrio. Bila berhubungan seksual pada masa ini, maka potensi terjadinya pembuahan menjadi lebih besar ketimbang di waktu lainnya. Sayangnya, tidak semua wanita mengenali gejala tubuhnya berovulasi.

Tidak seperti menstruasi yang jelas ditandai dengan gejala keluarnya darah, gejala-gejala tubuh berovulasi relatif lebih samar. Sederhananya, penghitungan waktu ovulasi adalah hari ke-13 atau 14 sejak seorang wanita mengalami siklus haid di bulan tersebut. Ini mungkin berbeda pada setiap wanita kerena siklus haid setiap wanita tidak sama. Namun, ada kondisi khusus yang dirasakan tubuh saat seorang wanita sedang dalam masa subur.

Berikut ini beberapa ciri tubuh sedang memasuki masa subur:

  1. Gairah seks menggebu-gebu

Dorongan seks yang kuat selama beberapa hari bisa menandakan tubuh sedang dalam masa subur. Meningkatnya gairah seks ini merupakan sinyal alami tubuh dalam persiapan untuk bereproduksi. Indera penciuman juga cenderung lebih sensitif. Itulah mengapa pada masa ovulasi wanita menjadi lebih mudah tertarik pada pasangan dan bau feromon pasangannya.

  1. Kram perut

Menurut Mayo Clinic, terjadinya ovulasi memicu kram perut ringan pada beberapa wanita. Ini bisa berlangsung selama beberapa menit atau jam. Secara medis, sensai kram di perut bawah kiri atau kanan dikenal sebagai sensasi Mittelschmerz.

  1. Perubahan cairan serviks

Keluarnya cairan serviks yang menyerupai “putih telur” adalah tanda sedang dekat ovulasi atau sedang berovulasi. Ini bukanlah keputihan, melainkan cairan yang membantu memudahkan sperma untuk bergerak di dalam rahim. Ovulasi biasanya terjadi pada hari di mana seorang wanita merasa sangat “basah”.

  1. Perubahan posisi dan kekencangan serviks

Serviks mengalami banyak perubahan ketika seorang wanita berovulasi. Selama terjadinya ovulasi, serviks akan lembut, tinggi, terbuka dan basah. Vagina biasanya mengeluarkan lebih banyak pelumas akibat sekresi lendir berlebih di masa ini.

  1. Perubahan suhu tubuh basal

Suhu tubuh saat istirahat (suhu tubuh basal) mungkin meningkat sedikit selama ovulasi. Gunakan termometer khusus dirancang untuk mengukur suhu tubuh basal sebelum turun dari tempat tidur begitu bangun tidur di pagi hari. Peningkatan suhu adalah tanda bahwa ovulasi baru saja terjadi.

  1. Bercak (spotting)

Beberapa wanita mungkin mendapati adanya bercak (spotting) cokelat menjelang ovulasi. Sejumlah teori mengatakan bahwa munculnya bercak ini disebabkan oleh telur yang dilepaskan oleh folikel selama ovulasi.

Sumber gambar : www.barusip.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY