External Cephalic Version untuk Memutar Janin Sungsang

breech-decisions.ncl.ac.uk

SehatFresh.com – Umumnya, janin akan berpindah ke posisi persalinan beberapa minggu sebelum kelahiran, di mana posisi kepala janin menjadi lebih dekat dengan jalan lahir. Akan tetapi, tidak semua janin berada dalam posisi ini. Beberapa janin berada dalam posisi sungsang. Pada posisi sungsang, posisi kepala janin berada di atas sehingga pada saat persalinan normal, bokong atau kaki janin akan keluar terlebih dahulu.

Belum diketahui secara pasti mengapa janin bisa berada pada posisi sungsang. Kondisi semacam ini umumnya tidak dapat dirasakan secara langsung. Ini biasanya dapat terdeteksi ketika pemeriksaan USG rutin selama kehamilan. Posisi janin sungsang memerlukan penanganan khusus. Pada kehamilan sungsang, persalinan normal menjadi terlalu berisiko untuk dilakukan. Akan tetapi, masih ada cara bila ibu dengan kehamilan sungsang menginginkan persalinan normal, yaitu dengan memutar posisi janin.

Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengubah posisi janin sungsang adalah external cephalic version (ECV). ECV adalah upaya untuk menempatkan posisi kepala janin hingga berada di bawah. Cara ini dilakukan di rumah sakit dengan teknik khusus oleh dokter kandungan dengan menekan perut ibu hamil, biasanya saat usia kehamilan 37 minggu.

Detak jantung janin akan dipantau sebelum dan sesudah ECV. Jika ada masalah timbul dengan sang ibu atau janin, ECV akan dihentikan segera. ECV biasanya dilakukan di dekat ruang persalinan. Jika terjadi masalah, kelahiran caesar dapat dilakukan dengan cepat. Tingkat keberhasilan ECV mencapai lebih dari 50%. Namun, beberapa janin mungkin kembali ke posisi sungsang. Jika hal ini terjadi, ECV bisa dilakukan lagi.

Sama halnya dengan prosedur pada umumnya, terdapat kemungkinan ECV tidak berhasil atau tidak dapat dilakukan pada bebereapa situasi tertentu, seperti:

  • Tidak dapat dilakukan pada kehamilan kembar.
  • Menjadi terlalu berisiko bila dilakukan pada ibu hamil dengan riwayat pendarahan atau memiliki cairan ketuban yang terlalu sedikit.
  • Ibu hamil memiliki kondisi khusus, seperti plasenta previa.
  • Pernah menjalani operasi caesar lebih dari sekali.

Selain itu, terdapat sejumlah komplikasi yang menyertainya, yaitu:

  • Ketuban pecah dini.
  • Perubahan detak jantung janin.
  • Abrupsi
  • Persalinan prematur.

Saat ini, kebanyakan janin sungsang dilahirkan melalui operasi caesar terencana. Persalinan normal untuk janin sungsang tunggal mungkin dapat dilakukan dalam beberapa situasi tertentu. Baik itu kelahiran normal maupun kelahiran caesar, keduanya membawa risiko tertentu ketika janin  berada dalam posisi sungsang. Namun, risiko komplikasi persalinan normal dianggap lebih tinggi daripada persalinan caesar.

Kelahiran secara normal pada janin yang berada dalam sungsang umumnya tidak direkomendasikan, terutama pada kondisi-kondisi berikut:

  • Berat badan melebih 3,8 kg atau kurang dari 2 kg.
  • Posisi kaki janin berada di bawah bokong.
  • Letak plasenta pada posisi rendah.
  • Ibu mengalami preeklamsia.
  • Ibu memiliki panggul kecil sehingga tidak memungkinkan tersedianya cukup ruang untuk jalan keluar janin.
  • Sebelumnya pernah menjalani operasi caesar.

Karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan risiko komplikasi, prosedur ECV perlu dipersiapkan dengan baik. Prosedur ini sebaiknya dilakukan di rumah sakit yang siap dengan fasilitas lengkap. Dengan persiapan dan pengetahuan yang cukup, janin sungsang berpeluang tinggi dilahirkan dengan selamat, bahkan melalui persalinan normal.

Ibu hamil disarankan untuk tidak melawatkan pemeriksaan kehamilannya secara berkala. Dengan USG rutin, masalah pada posisi janin dapat diketahui lebih cepat sehingga dapat segera diberikan penanganan dan perawatan yang tepat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY