Fakta dan Mitos Angin Duduk

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernahkah Anda mendengar seseorang meninggal mendadak karena angin duduk? Banyak orang yang pernah mendengar penyakit yang disebut angin duduk. Sayangnya, belum banyak yang memahami seperti apa penyakit ini. Telah banyak mitos yang beredar di kalangan masyarakat mengenai angin duduk. Kebanyakan orang menyamakan angin duduk dengan masuk angin atau menyebutnya sebagai bentuk masuk angin yang lebih parah. Padahal, itu tidak demikian.

Angin duduk tidak ada dalam istilah kedokteran. Secara medis, angin duduk mengarah ke kondisi yang disebut angina pectoris, atau lebih sering disebut angina. Angin duduk sebenarnya merupakan gejala penyakit jantung koroner. Angina adalah nyeri dada atau ketidaknyamanan yang disebabkan ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup darah. Ini biasanya disebabkan oleh penyempitan salah satu arteri koroner dan cenderung terjadi ketika jantung harus bekerja lebih keras, seperti ketika olahraga atau stres emosional.

Angina diklasifikasikan menjadi angina stabil dan angina tidak stabil. Angina stabil adalah di mana serangan angina disebabkan oleh pemicu yang jelas seperti olahraga, dan biasanya mereda setelah minum obat dan beristirahat. Sedangkan angina tidak stabil adalah di mana serangan angina datang tak terduga, tanpa pemicu yang jelas serta tidak membaik meskipun telah beristirahat. Jika tidak diobati, angina tidak stabil dapat menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, dan aritmia (tidak teratur irama jantung) yang berpotensi mengancam jiwa.

Banyak orang juga beranggapan bahwa keseringan masuk angin akan menjadi angin duduk. Sebagian besar kasus angina disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu pengerasan dan penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak yang dikenal sebagai plak. Pada dasarnya, gaya hidup berpengaruh pada tingkat kesehatan seseorang. Terkait angin duduk, gaya hidup tidak sehat seperti malas berolahraga menyebabkan lemak-lemak semakin terakumulasi dan tidak terbakar sehingga menjadi obesitas dan akhirnya menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Ini tidak hanya berlaku pada orang yang kelebihan berat badan, orang yang berbadan kurus atau ideal tapi memiliki kolesterol tinggi juga sama berisikonya.

Nyeri dada dan ketidaknyamanan yang mengindikasikan angina dapat digambarkan sebagai tekanan, remasan, sesak atau nyeri di tengah dada. Pada beberapa orang, gejala angina mungkin terasa seperti gangguan pencernaan atau masuk angin. Karena hal ini, banyak orang yang menganggap dirinya masuk angin dan kemudian mengoleskan minyak kayu putih, minum air hangat, atau bahkan kerokan. Jika itu memang masuk angin, mungkin cara tersebut dapat membantu. Tetapi, jika sebenarnya yang diderita adalah angin duduk, maka itu adalah cara yang tidak benar.

Gejala yang mengindikasikan angin duduk adalah nyeri di dada, nyeri di ulu hati yang seringkali disertai perasaan cemas dan rasa seperti terasa sensasi remasan di leher, serta keluarnya keringat dingin yang berlebihan. Jika merasakan gejala demikian, maka segeralah pergi ke rumah sakit karena kemungkinan besar merupakan indikasi angin duduk terkait gejala sindrom serangan jantung koroner akut. Bila tidak segera ditangani, penderitanya dapat meninggal tiba-tiba hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama. Itulah mengapa angina atau angin duduk memerlukan penanganan gawat darurat.

Dilihat dari penyebabnya, penyakit angin duduk dapat dicegah. Mengadopsi pola hidup sehat secara konsisten adalah tindakan pencegahan yang paling utama. Jagalah asupan makanan Anda, luangkan waktu untuk berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup serta tidak kalah penting juga adalah belajar bagaimana cara menangani stres dengan baik. Penting juga untuk tidak mengabaikan gejala-gejala tidak biasa yang datang tanpa sebab atau pemicu yang jelas.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY