Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seorang anak bisa tumbuh menjadi remaja dengan beragam kepribadian. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Apa sajakah itu?  Salah satu faktor yang membentuk kepribadian remaja adalah keturunan. Meski masih ada silang pendapat dari para ahli, selain terjadinya pembentukan dan pertumbuhan secara fisik, bayi dalam kandungan diyakini juga mengalami pembentukan dan pertumbuhan kepribadiannya.

Berdasarkan pada beberapa penelitian terhadap ibu yang pernah mengandung lebih dari satu anak, didapatkan gambaran yang berbeda antara saat mengandung anak yang satu dengan yang lainnya. Kesaksian dari para ibu menguatkan pendapat bahwa memang benar sejak dari dalam kandungan masing-masing anak telah menunjukkan perilaku dan respon yang berbeda, baik terhadap aktivitas ibu maupun gejolak perasaan ibu.

Perbedaan aktivitas bayi dalam kandungan tersebut sangatlah berkesan bagi para ibu. Kemudian ternyata terbukti, bahwa perbedaan itu akan berlangsung sampai anak tersebut besar dan dewasa. Inteligensi, temperamental, watak dan cara berbicara merupakan bagian dari faktor keturunan atau biologis.

Namun, hal ini tidaklah menentukan 100% karena adanya pertimbangan beberapa hal yang lainnya. Selain itu, setiap kelompok pasti mempengaruhi anggota-anggotanya. Setiap kelompok pasti mewariskan pengalaman khas yang tidak diberikan kelompok lain sehingga akan muncul kepribadian khas anggota kelompok tersebut.

Kelompok yang menjadi acuan pertama seorang anak adalah keluarga. Seringkali kita mendengar ungkapan bahwa, buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Nah, orangtua tentara yang tegas, keras dan disiplin, misalnya, berpotensi akan membentuk kepribadian anaknya seperti miliknya. Jadi, pengalaman hidup dalam keluarga sangat menentukan perkembangan kepribadian seorang anak.

Faktor alam dan letak geografis juga menjadi faktor psikologis dari proses pembentukan kepribadian. Hal tersebut dikarenakan karena manusia sejatinya selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Adanya faktor iklim, cuaca, geografis, menjadikan faktor pendukung pembentukan kepribadian seseorang. Jadi, jangan heran jika setiap daerah memiliki kepribadian yang berbeda-beda.

Faktor psikologis sebagai pembentuk kepribadian berhubungan dengan pengalaman unik yang dialami oleh individu, misalnya korban begal mengalami trauma naik motor sendirian pada malam hari. Ia menjadi pribadi yang lebih pendiam karena diselimuti rasa takut setelah peristiwa yang dialaminya.

Unsur-unsur kebudayaan secara langsung mempengaruhi pola perilaku individu. Kegiatan sehari-hari yang membentuk suatu kultur juga dapat mempengaruhi kepribadian individu, contoh kebudayaan masyarakat Minangkabau yang suka merantau.

Perbedaan-perbedaan itulah yang kemudian juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi setiap orang. Pengalaman yang dirasakan oleh seseorang inilah yang bisa menjadi pembelajaran baginya. Dari proses pembelajaran itu seseorang akan mengalami interaksi dengan hal-hal yang tidak melekat dalam dirinya. Namun, hal-hal itu mampu untuk mempengaruhi apa yang ada dalam dirinya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here