Faktor Genetika Pada Anak Obesitas

SehatFresh.com – Obesitas menempatkan anak pada bahaya, di mana anak menjadi lebih berisiko menderita diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi bahkan depresi. Meski faktor gaya hidup seperti makan berlebihan dan gaya hidup kurang aktif berkontribusi terhadap obesitas, faktor genetik juga berperan dalam hal ini.

Menurut para ahli dari University Extension Colorado State, memiliki orang tua yang obesitas merupakan salah satu indikator terkuat seorang anak akan menjadi gemuk. Obesitas umumnya diukur dengan menentukan indeks massa tubuh. Indeks massa tubuh diukur dengan membagi berat badan dengan tinggi badan dalam inci kuadrat. Hasilnya kemudian dikalikan dengan 703. Jika indeks massa tubuh lebih dari 30, maka dianggap obesitas.

Gangguan sistem endokrin juga berhubungan dengan obesitas. Contohnya adalah sindrom Prader-Willi, yang terjadi akibat cacat pada kromosom 15. Anak-anak yang mengalami kondisi ini akan memiliki berat badan berlebihan. Gejala biasanya akan tampak jelas pada usia 1 sampai 4 tahun. Anak-anak dengan kondisi ini biasanya sangat lapar dan sulit kenyang setelah makan. Jika anak mengalami kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, gangguan endokrin kemungkinan bertanggung jawab dalam hal ini.

Sebuah studi telah diterbitkan dalam “American Journal of Human Genetics” pada November 2010, yang dipimpin oleh Joseph T. Glessner dari Center for Applied Genomics di Children’s Hospital of Philadelphia. Studi tersebut mempelajari cermin genomik dari ribuan anak-anak obesitas dan mereka dengan berat badan standar untuk menentukan apakah ada pola yang dapat ditemukan. Peneliti menemukan bahwa mereka dengan variasi jumlah turunan, (urutan gen yang diduplikasi), berada pada peningkatan risiko obesitas yang lebih tinggi. Orang-orang keturunan Amerika, Eropa dan Afrika-Amerika ditemukan memiliki variasi jumlah turunan yang lebih tinggi.

Faktor genetik memang berkontribusi terhadap obesitas, namun faktor tersebut bukan satu-satunya penyumbang. Meski anak secara genetik cenderung untuk obesitas, komitmen untuk gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik dan pola makan yang tepat dapat membantu meminimalkan risikonya. Untuk meminimalkan risiko anak menjadi obesitas, mintalah saran dokter mengenai bagaimana mempertahankan berat badan yang sehat. Anak biasanya akan mencontoh orang tuanya. Ketika orang tua membuat pilihan gaya hidup sehat, maka anak akan belajar kebiasaan baik sejak awal kehidupan yang nantinya akan terbawa sampai dewasa.

Sumber gambar : pengobatandiabetes.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY