Faktor Kumis dan Jenggot Pria Bisa Tumbuh

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seorang laki-laki yang jantan pasti berjenggot dan berkumis, karena mereka beranggapan jika menumbuhkan jenggot dan kumis di anggap macho dan jantan dan pastinya banyak wanita yang menyukainya. Sehingga banyak pria yang sengaja merawat dan bahkan ada beberapa pria yang menumbuhkan jenggot dan kumisnya dengan bantuan obat.

Bagaimana cara untuk menumbuhkan jenggot dan kumis yah? Nah sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jenggot dan kumis. Pada umumnya seorang pria pasti memiliki cara dan ciri khas sendiri pada dirinya. Ada pria yang hanya memiliki jenggot dan ada pula pria yang hanya memiliki kumis saja dan bahkan ada yang memiliki keduanya sehingga dia merasa dirinya sudah dianggap jantan dan macho. Rambut pada wajah anda juga tumbuh dalam berbagai tahapan dan pastinya berbeda antara individunya. Ada yang tumbuh lebih cepat dan bahkan ada yang sangat lama. Pertumbuhan jenggot dan kumis dapat ditentukan oleh faktor genetiknya (keturunan) dan bisa juga karena faktor hormon.

  1. Faktor keturunan

Pertumbuhan rambut pada wajah anda dapat dipengaruhi oleh gen keturunan, jika anda mempunyai ayah yang berjenggot dan berkumis lebat , hal ini akan memungkinkan anda untuk memiliki jenggot dan kumis juga. Walaupun pria pada umumnya memiliki hormon testosteron dalam kadar yang hampir sama tetapi setiap orang mempunyai perbedaan dalam masa pertumbuhannya. Karena hal ini disebab kan oleh faktor keturunan yang dapat merespon hormon testoteron dan dapat menumbuhkan jenggot dan kumis pada seorang pria yang sudah dalam masa pubertas. Faktor genetik dan keturunan juga dapat mempengaruhi kapan wajah anda akan menunjukan penuaan. Dan biasanya jenggot dan kumis akan mulai berubah warna menjadi warna ke abu abuan atau keputihan. Hal ini memang normal terjadi dan umumnya sangat banyak dialmai oleh seorang pria.

  1. Faktor Testoteron

Selain faktor keturunan, pertumbuhan jenggot dan kumis pada pria juga dapat tumbuh karena dipengaruhi oleh faktor hormon testoteron. Pada masa pubertas pada pria produksi hormon testoteron pria akan meningkat sehingga rambut halus pada pri akan mulai tumbuh menjadi kasar, tebal dan gelap yang dikenal sebagai rambut terminal. Rambut terminal ini akan meningkat banyak keseluruh tubuh pria akan tetapi sebagian besar rambut ini akan tumbuh lebh cepat dibagian, lengan, wajah dan jenggot atau kumis dan dibagian sensitiv alat kelamin pria didekat organ seksualnya.

Selain oleh faktor genetik, testosteron juga memang dapat mempercepat tumbuhnya rambut jenggot dan kumis. Tetapi perlu anda ketahui banyak pria juga yang menambah kadar hormon testosteronnya demi mendapatkan jenggot dan kumis yang lebat. Dan menurut Professor Joe Herbert, yaitu spesialis hormon dari university of Cambridge hal ini adalah sia-sia, karena mereka yang melakukan seperti itu hanya dapat membuang uang secara sia-sia. Sebab hormon testosteron hanya mneingkatkan pertumbuhan rambut wajah jika kadar testosteron seorang memang rendah atau tidak pada tingkatan optimal.

Menurut Ahli endokrinologi ini juga mengatakan, tingkat testosteron pada setiap pria berbeda. Sebagian besar ada tambahan, ukuran dan kualitas rambut wajah benar-benar tergantung pada seberapa banyak folikel rambut di wajah Anda dan bagaimana penyebarannya dan apakah wajah Anda mengandung jumlah reseptor yang cukup untuk melihat kadar testosteron Anda. Bagi seseorang yang tidak dapat menumbuhkan jenggotnya karena kekurangan hormon Testosteron dapat menambahkan testosteron dengan berbagai suplemant yang ada. Meski akan mengeluarkan biaya yang besar, namun penggungaan Testosteron tambahan akan menyebabkan dampak buruk pada tubuh, akan merusak hati, menyebabkan serangan jantung dan veskular lainnya. “Karena hormon testosteron yang tinggi dapat meningkatkan ukuran prostat anda, sehingga mungkin dapat menyebabkan infeksi kemih dan memperburuk risiko kanker prostat”. Jelas Herbert.

Jika anda ingin mencoba untuk menumbukan jenggot dan kumih dengan cara menambah hormon Testosteronnya, sebaiknya anda konsultasikan dahulu kepada dokter, agar anda lebih memahami efek yang mungkin akan memperburuk kesehatan anda. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here