Faktor Penyebab Bisul dan Benjolan pada Bibir Vagina

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah Anda pernah memiliki benjolan yang mengganggu di daerah organ kewanitaan? Apa yang Anda rasakan saat benjolan tersebut muncul? Benjolan atau bisul merupakan akumulasi dari produk sistem imun, saat ada benda asing dari luar masuk ke dalam tubuh (misalkan bakteri dan virus) maka yang terjadi sistem imun di dalam tubuh kita melakukan perlawanan terhadap benda asing tersebut dengan membentuk suatu benjolan yang biasanya berbentuk pus (nanah).

Benjolan atau bisul dapat terjadi di seluruh tubuh, terutama di daerah yang terakumulasi benda-benda asing. Bagi para wanita yang memiliki benjolan di area bibir vagina, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak. Pasalnya organ vagina merupakan organ yang vital dan merupakan organ untuk bersenggama. Benjolan yang ada di daerah bibir vagina dapat menyebabkan rasa sakit pada penderitanya, selain itu mengganggu kenyamanan dalam berhubungan seksual.

Ukuran benjolan biasanya berbeda-beda tergantung jenis dan penyebabnya. Untuk mengetahui penyebab dari benjolan atau bisul di area bibir vagina. Berikut ini dijelaskan beberapa penyebabnya:

  1. Dermatitis

Dermatitis merupakan jenis penyakit kulit yang disebabkan karena bahan-bahan kimia dan bendabenda lain yang menyebabkan alergi. Reaksi alergi salah satunya dapat menyebabkan munculnya suatu benjolan tertentu. Maka dari itu, dermatitis dapat menyebabkan benjolan atau bisul pada area bibir vagina.

  1. Virus HPV (Human Papilloma Virus)

Virus jenis ini ternyata memiliki karakteristik yang berbeda dari dermatitis. HPV menyebabkan adanya kutil, tentu saja di daerah alat kelamin. Kutil sendiri merupakan daging yang tumbuh di luar jaringan tubuh, bukan akumulasi pus (nanah) seperti pada benjolan jenis lain. Virus HPV ini biasanya menyebabkan kutil kelamin.

  1. Herpes

Penyakit herpes biasa dikaitkan dengan gatal-gatal yang menimbulkna bekas yang buruk pada kulit. Sebelum menjadi gatal dan borok, herpes akan membentuk suatu benjolan dan bisul hingga dalam kurun waktu tertentu akan berubah seperti melepuh. Herpes yang ada di area vagina dapat disebut dengan herpes pada alat kelamin.

  1. Ulkus mole (chancroid)

Chancroid atau ulkus mole adalah infeksi genital yang disebabkan bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri menghasilkan luka terbuka alias koreng yang muncul pada atau dekat organ reproduksi eksternal. Koreng mungkin berdarah dengan mudah saat disentuh atau menghasilkan nanah menular yang dapat menyebar bakteri selama seks oral, anal atau vagina.

  1. Kista vagina

Kista tidak hanya terdapat di dalam rahim, akan tetapi dapat terjadi di area vagina. Kista sendiri merupakan benjolan yang terbentuk karena akumulasi cairan di bawah kulit dikarenakan ada sumbatan.

  1. Kanker vulva

Kanker merupakan pembesaran sel dan jaringan tubuh secara tidak terkendali sehingga dapat menyebabkan benjolan. Kanker vulva merupakan jenis kanker yang terdapat di area kewanitaan mulai dari labia mayora dan minora (vulva), klitoris dan area yang menutupi organ reproduksi bagian dalam.

  1. Vulvovaginitis

Vulvovaginitis adalah jenis infeksi yang terjadi di daerah vagina, salah satu penyebabnya adalah Candida albicanis (jamur). Infeksi jamur ini akan menyebabkan penderitanya mengalami gejala awal berupa benjolan di area vagina. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here