Faktor Penyebab dan Cara Mencegah Sariawan Serviks

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit sariawan umumnya terjadi pada rongga mulut, lidah atau bibir. Namun tahukah pembaca jika sariawan juga bisa menyerang vagina (sariawan serviks)? Berikut ini akan dijelaskan beberapa faktor penyebab sariawan serviks dan cara mencegahnya.

Penyebab sariawan serviks

Sariawan (stomatitis) merupakan reaksi radang yang berwujud luka atau bercak terbuka pada lapisan epitel kulit. Penyakit ini selain muncul pada rongga mulut, juga dapat hinggap di usus atau organ genital. Jika tidak segera diatasi, sariawan serviks (sariawan saluran rahim) dapat mengakibatkan risiko infertilitas pada wanita.

Sariawan pada vagina sekitar 80-90% disebabkan karena jamur candida. Jamur candida terdapat di dalam vagina. Selama jumlahnya tidak banyak, maka jamur tersebut tidak akan menyebabkan masalah. Namun masalah akan datang ketika jumlah jamur candida bertambah banyak, sehingga tubuh tak mampu lagi mengontrolnya.  Kondisi ini umumnya muncul ketika wanita sakit atau menderita stres berat.

Seorang wanita terserang sariawan di vagina akan meningkat apabila mengonsumsi antibiotik atau pil kontrasepsi yang terdapat estrogen di dalamnya. Selain itu faktor yang juga bisa menjadi penyebab sariawan serviks adalah penggunaan alat kontrasepsi seperti diaphragms. Ibu hamil yang memiliki riwayat diabetes juga termasuk dalam deretan yang berisiko mengidap sariawan vagina.

Gejala dan tanda-tanda terserang penyakit sariawan serviks

Sariawan vagina bukanlah sebuah penyakit seks menular. Wanita yang terserang penyakit sariawan serviks akan mengalami gejala atau tanda-tanda khusus. Tanda-tanda yang muncul antara lain akan merasakan gatal, panas seperti tersengat, serta kemerahan di area intim. Wanita yang sering mengalami rasa sakit ketika bercinta atau saat buang air kecil, bisa juga menjadi tanda terserang sariawan vagina.

Pengobatan sariawan serviks dengan petunjuk dokter

Banyak ahli medis yang menyarankan agar wanita segera memeriksakan diri ke dokter spesialis, apabila mendapati tanda-tanda di organ intimnya yang mirip sariawan vagina. Jika benar didiagnosa sariawan vagina, dokter biasanya akan memberikan salep atau krim yang berfungsi sebagai obat untuk mengatasi jamur tersebut.

Hanya saja jangan kaget ketika menggunakan salep atau krim itu, Miss V terasa sedikit panas. Hal itu wajar terjadi, karena obat tersebut sedang bekerja mengatasi jamur yang muncul. Selain salep, ada pula obat yang dikonsumsi. Namun apapun jenis obat yang diberikan, itu semua harus dengan petunjuk dokter.

Mencegah sariawan serviks

Penyakit sariawan serviks bisa terjadi pada setiap wanita. Bagi yang belum terkena sariawan vagina ini, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah terserangnya sariawan serviks di antaranya:

  1. Gunakan celana dalam berbahan sutra atau katun, karena dapat menyerap keringat
  2. Hindari bahan satin atau nylon yang sulit menyerap keringat, sehingga tidak menimbulkan iritasi.
  3. Cuci dan keringkan celana dalam secara benar, agar tidak dihinggapi jamur.
  4. Apabila celana dalam sudah tak nyaman digunakan akibat basah karena keringat, segera ganti dengan yang kering.
  5. Hindari penggunaan produk yang dapat meningkatkan munculnya infeksi jamur pada vagina. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here