Faktor Risiko Coital Cephalgia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sakit kepala merupakan hal yang sangat mengganggu aktivitas, sakit kepala pun beragam jenisnya, mulai dari migren sampai pada sakit kepala karena sudah lanjut usia. Dari sekian banyak jenis sakit kepala salah satu jenisnya, adalah Coital Cephalgia. Coital Cephalgia adalah bentuk yang tidak biasa dari sakit kepala yang dapat menyerang baik itu pria maupun wanita. Gangguan ini memang dapat menyerang pria maupun wanita tetapi pada umumnya Coital Cephalgia terjadi pada pria dengan proporsi perbandingan 3:1. Pria yang lebih banyak terkena penyakit ini adalah pria yang kehidupan seksualnya telah aktif pada umur 20 hingga 25 tahun. Selain itu penyakit ini juga dapat terjadi pada pria dengan usia setengah baya atau sekitar 40 tahun.

Coital Cephalgia dibedakan dalam 3 kategori berdasarkan lamanya serangan, diantaranya: Early Coital Cephalgia merupakan jenis Coital Cephalgia yang biasanya berlangsung singkat dengan intensitas dari sedang sampai berat, jenis yang pertama ini diduga memiliki keterkaitan dengan kontraksi otot di daerah sekitar kepala dan kontraksi berlebihan dari otot-otot kepala dan leher yang terjadi sebelum orgasme. Jenis kedua adalah Orgasmic Coital Cephalgia, jenis ini tergolong sakit kepala yang berat. Bisa terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang lebih 15-20 menit, bahkan dalam beberapa kasus, jenis yang kedua ini seringkali dan umum terjadi saat orgasme. Jenis ketiga adalah Late Coital Cephalgia, sakit kepala jenis ini memiliki hubungan dengan cairan kepala atau tekanan cairan serebrospinal yang rendah.

Pria yang mengalami Coital Cephalgia seringkali menunjukkan rasa sakit kepala berkaitan dengan aktivitas seksual yang dilakukannya. Rasa sakit seringkali muncul dari dasar tengkorak. Kemudian menjalar ke bagian depan. Sering kali rasa sakit ini timbul secara tiba-tiba atau bisa juga secara perlahan-lahan, kemudian memburuk selama aktivitas seksual atau masturbasi. Rasa sakit muncul hampir berbarengan dengan orgasme.

Sementara penyebab spesifik dari gangguan seksual ini adalah peningkatan tekanan darah yang memicu terjadinya tekanan pada kepala. Hubungan intim juga menyebabkan ketegangan otot sehingga otot di sekitar kepala menjadi ketat. Gabungan dari kedua kondisi tersebut dapat memicu sakit kepala atau coital cephalgia. Selain penyebab yang disebutkan sebelumnya penyakit ini memiliki beberapa faktor-faktor risiko yang dapat mempermudah seseorang mengalami hal ini adalah:

  • Pengggunaan viagra. Ini adalah obat untuk mengobati masalah yang berkaitan dengan fungsi seksual laki-laki, terutama masalah mengenai kemampuan untuk mencapai ereksi, efek dari penggunaan viagra sendiri dapat mengakibatkan sakit kepala.
  • Kegemukan
  • Riwayat sering mengalami migren / sakit kepala sebelah
  • Darah tinggi
  • Berhubungan seks dengan posisi berlutut
  • Penggunaan obat2 terlarang termasuk ganja dan amfetamin
  • Menjalani terapi disfungsi ereksi.

Pada banyak kasus, gangguan ini memang belum terekam sebagai gangguan medis yang cukup membahayakan. Namun, dalam beberapa kasus, Coital Cephalgia menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan lain yang sangat berbahaya seperti meningitis, perdarahan dalam tulang tengkorak, tumor, stroke dan berbagai gangguan endokrin.

Terkait dengan aktivitas seksual, gangguan ini berpotensi menyebabkan pria mengalami disfungsi ereksi. Coital Cephalgia saat melakukan hubungan seks bisa meningkatkan kecemasan dan perasaan tidak tenang yang nantinya dapat berpotensi menjadi masalah terjadinya disfungsi ereksi atau Impoten pada pasangan pria.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY