Faktor Risiko Fistula Ani pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Istilah “fistula” merujuk pada koneksi abnormal yang terbentuk di antara dua permukaan biologis, seperti organ, pembuluh, atau usus. Hubungan abnormal ini terbentuk dalam bentuk saluran dan dapat ditemukan di banyak lokasi dan dalam berbagai variasi, meskipun yang paling umum adalah fistula anoretktal. Metode perawatan yang paling umum adalah operasi bedah, meskipun perubahan-perubahan gaya hidup tertentu juga akan membuat perbedaan

Sedangkan Fistula ani adalah fistula yang menghubungkan antara kanalis anal ke kulit di sekitar anus ataupun bisa juga ke organ lain seperti ke vagina. Pada permukaan kulit bisa terlihat satu atau lebih lubang fistula, dan dari lubang fistula tersebut dapat keluar nanah ataupun kotoran saat buang air besar.

Fistula ani sering terjadi pada laki laki berumur 20 – 40 tahun, berkisar 1-3 kasus tiap 10.000 orang. Namun bukan berarti bahwa perempuan tidak bisa terkena atau tidak mungkin terkena penyakit ini. 40% pasien dengan abses akan terbentuk fistula, namun tidak semua abses akan terbentuk fistula karena masih ada kemungkinan yang lainnya selain abses.

Tanda-tanda dan gejala-gejala fistula yang mungkin muncul jika seseorang terserang Fistula, dan apa pun fistula yang dialami pada umumnya disertai oleh gejala-gejala berikut ini: buang air yang terus-menerus dan bercampur nanah, rasa sakit yang terkait infeksi, mengalami satu atau lebih bukaan, pendarahan, rasa sakit di perut, diare, nafsu makan hilang, berat badan turun, mual dan muntah

Ketahui jenis-jenis fistula yang berbeda-beda. Fistula, menurut definisinya, merupakan saluran berbentuk tabung dengan dua bukaan, satu bukaan primer menuju ke bukaan eksterior satu lagi yang disebut bukaan sekunder. Banyak tipe fistula yang diketahui, tetapi 90% dari semua fistula adalah fistula anorektal. Secara fisik, bentuk-bentuk fistula dapat menjadibeberapa bagian seperti Fistula Buntu ini adalah sebuah sambungan antara dua permukaan, satu ujung tertutup, dan ujung satunya lagi terbuka. Ini dapat berkembang menjadi fistula sempurna jika tidak dirawat. Kemudian Fistula Tidak Sempurna yaitu sebuah sambungan yang hanya memiliki satu bukaan eksternal. Selanjutnya Fistula Sempurna adalah sebuah sambungan antara bukaan internal dan bukaan eksternal. Terakhir adalah Fistula Sepatu Kuda dimana sebuah sambungan berbentuk U, antara dua bukaan eksternal di sekitar anus.

Fistula Ani juga memiliki beberapa faktor risiko, yang diantaranya adalah:

  • Sebagian besar kasus berhubungan dengan penyakit inflamasi kronis seperti penyakit Crohn dan TBC. Kasus-kasus lainnya dapat disebabkan oleh divertikulitis, tumor, atau trauma kronis. Sebuah operasi bedah atau cedera dapat menyebabkan pembentukan fistula juga, seperti dalam kasus fistula biliari atau fistula arteriovenous.
  • Fistula rekto-vaginal juga dapat disebabkan oleh cedera obstetrik karena melahirkan, terapi radiasi, atau kanker.
  • Jenis kelamin. Fistula pada anak-anak atau bayi kebanyakan merupakan penyakit kongenital yang lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY