Faktor Risiko Hematospermia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com –┬áHematospermia adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi adanya darah di air mani (sperma), atau cairan yang dikeluarkan oleh pria dari alat kelaminnya saat ejakulasi.

Hematospermia dapat terjadi sebagai gejala yang tidak membahayakan dan tidak selalu menunjukkan adanya kondisi yang serius, seperti tanda sebagai adanya kanker prostat. Hal ini berlaku terutama bagi pria muda yang sehat, terlebih mereka yang tidak memiliki risiko terkena penyakit urologi yang serius. Kebanyakan kasus, gejala hematospermia akan berhenti dengan sendirinya, tanpa pemberian obat-obatan, penanganan, atau intervensi.

Bagi Anda yang berusia di atas 40 tahun, telah mengalami gejala hematospermia disertai dengan adanya darah pada urin, dan yang berisiko terkena penyakit serius seperti penyakit pada sistem peredaran darah atau kanker, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter ahli urologi untuk mengetahui apakah terkena penyakit ini atau tidak.

Ada banyak faktor dan kondisi yang dapat menyebabkan hematospermia, dan kebanyakan faktor dan kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan pada sistem reproduksi pria. Sistem reproduksi pria sangat berkaitan dengan sistem kemih yang bertanggung jawab untuk melakukan pembuangan zat sisa. Secara keseluruhan, organ yang ada di bagian panggul seorang pria dikenal sebagai sistem urogenital. Kandung kemih, rektum, prostat, uretra dan testis, terletak saling berdekatan satu sama lain dan juga memiliki jalur saluran yang sama. Oleh karena itu, adanya darah di air mani, yang mengalir melalui uretra yang juga berfungsi sebagai saluran untuk urin, dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sistem urogenital.

Hematospermia biasanya terjadi karena vena penis yang terluka oleh gerakan keras, mengenakan celana terlalu ketat atau cedera. Kebiasaan seks tertentu yang terlalu bersemangat atau terlalu sering juga dapat menimbulkan perdarahan. Penyebab umum lainnya bisa karena infeksi di kelenjar prostat (prostatitis), di vesikula seminalis/saluran ejakulasi, atau di uretra (uretritis), penyebab infeksi dari hematospermia termasuk infeksi menular seksual (HIV, virus herpes simpleks, chlamydia, dll), tuberkulosis (TBC) dan sitomegalovirus.

Banyaknya penyebab diatas ternyata masih ada lagi penyebab lainnya yang melatarbelakangi hematospermia, meskipun sangat jarang terjadi beberapa penyebab itu seperti: masalah pembekuan darah, varises prostat dan tumor. Masalah pembekuan darah dapat disebabkan oleh hemofilia atau terlalu banyak mengonsumsi obat pengencer darah. Tumor atau kanker dapat terjadi di prostat, vesikula seminalis, atau uretra. Sebagian besar hematospermia yang terkait kanker terjadi pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun. Pada kira-kira setengah kasus, hematospermia tidak diketahui penyebabnya (idiopatik).

Selain penyebab ada juga faktor risiko yang melatarbelakangi tercampurnya darah pada sperma, faktor tersebut antara lain:

  • Riwayat kanker. Seseorang yang memiliki riwayat kanker mempunyai risiko lebih tinggi untuk terserang hematospermia.
  • Malformasi urogenital. Malformasi adalah perkembangan abnormal suatu organ atau jaringan sedangkan urogenital adlah bagian yang berkenaan dengan organ-organ dalam sistem kemih (urin) dan reproduksi.
  • Gangguan perdarahan. Merupakan permasalahan kesehatan yang dimaana seseorang sulit untuk menahan pendarahan yang terjadi. Pada orang-orang yangmengalami ini trombosit atau faktor pembekuan tidak bekerja dengan baik atau jumlahnya sangat langka.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY