Faktor Risiko Hiperkalemia pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hiperklemia adalah penyakit kelebihan kalium yang dapat menyerang siapa saja, termasuk pada remaja. Kelebihan kalium ini biasa disebut dengan hiperkalemia, hiperkalemia terjadi ketika tingkat kalium dalam darah menjadi tinggi. Kalium diperlukan untuk melaksanakan beberapa fungsi yang paling penting dari tubuh. Kalium bertugas untuk mengendalikan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh otot-otot. Pada kondisi normal, kalium bertugas untuk mengatur irama listrik jantung, serta sinyal-sinyal listrik dari sistem saraf, maka menjaga kadar kalium agar tetap seimbang dirasa sangat penting karena fungsinya tersebut.

Hiperkalemia adalah meningkatnya kalsium pada darah, peningkatan kalsium itu dapat dipicu oleh beberapa hal seperti efek samping penggunaan obat-obatan diuretik, obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID), obat penghambat reseptor angiotensin (ARB), dan obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor). Selain efek samping penggunaan obat, hiperkalemia juga dapat disebabkan karena merembesnya kalium yang terdapat pada sel-sel ke dalam aliran darah, atau gangguan kinerja ginjal dalam membuang kalium. Penyakit lain juga dapat menjadi penyebab penyakit ini seperti penyakit Addison dan penderita AIDS yang mengalami kelainan kelenjar adrenal semakin sering menyebabkan hiperkalemia.

Selain penyebab diatas berikut adalah beberapa faktor yang dapat merusak sel dan jaringan hingga melepaskan kalium dalam jumlah tinggi ke dalam darah, yaitu:

  • Luka yang serius.
  • Luka bakar parah.
  • Operasi.
  • Alkoholisme.
  • Penyalahgunaan obat.
  • Overdosis kokain.
  • Penghancuran sel-sel tumor.

Banyaknya kalium yang masuk ke dalam aliran darah bisa melampaui kemampuan ginjal untuk membuang kalium dan menyebabkan hiperkalemia yang bisa berakibat fatal. Hiperkalemia bukanlah penyakit yang sepele, meskipun hiperkalemia ringan biasanya tidak menimbulkan gejala sama sekali sehingga akan sulit dideteksi, namun pada kasus hiperkalemia yang berat penyakit ini dapat menyebabkan otot dan rangsangan listrik di sekitar jantung berhenti berfungsi dan menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Di sisi lain, tingginya kadar kalium di atas normal dapat menyebabkan irama jantung menjadi tidak teratur. Kadang-kadang gangguan ini dapat mengganggu fungsi dari otot-otot dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

Bagi Anda yang memiliki riwayat kesehatan dengan hiperkalemia, haruslah mengikuti petunjuk dokter untuk menjaga kondisi tetap di bawah kontrol. Selama masa pengobatan, kadar kalium dalam darah dapat dikendalikan secara efektif dengan diet yang tepat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY