Faktor Risiko Kanker Paru-paru pada Wanita

Sehatfresh.com – Kanker paru-paru adalah jenis kanker yang paling umum yang faktor risiko utamanya adalah kebiasaan merokok. Dalam kebanyakan kasus, zat pemicu kanker paru-paru adalah bahan kimia yang ditemukan dalam asap rokok. Namun, semakin banyak juga kasus kanker paru-paru yang didiagnosis pada orang bukan perokok tidak terkecuali juga pada wanita.

Menurut Michael Thun, MD, dari American Cancer Society, kanker paru-paru adalah penyakit fatal yang membunuh lebih banyak wanita tahun dibandingkan kanker payudara. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa satu dari 16 wanita akan mengembangkan kanker paru-paru. Meski peningkatan kasus kanker paru ini utamanya disebabkan oleh meningkatknya jumlah wanita yang merokok, tidak berarti wanita yang tidak merokok bebas dari ancaman kanker paru-paru.

Penyebab pasti dari masalah kanker paru pada bukan perokok ini belum diketahui sepenuhnya. Di sisi lain, para ahli juga menduga ada kaitannya dengan faktor genetik yang dikombinasikan dengan paparan zat-zat pemicu kanker seperti asbestos, gas radon, bahan pelarut, asap buangan mesin diesel, hingga paparan asap rokok. Faktor risiko lain adalah terapi radiasi ke dada untuk penyakit seperti kanker payudara atau limfoma serta luka paru-paru akibat dari kondisi medis sebelumnya.

Menurut British Lung Foundation, kanker paru-paru selalu dihubungkan dengan kebiasaan merokok. Ternyata, sebelum kebiasaan merokok menyebar pada awal abad 20, penyakit ini kerap menimpa wanita bukan perokok. Orang yang tidak merokok biasanya menderita adenokarsinoma atau kanker dari epitel yang berasal dari kelenjar jaringan. Sel kanker tumbuh pada kelenjar yang menghasilkan lendir pada jalan masuk udara ke paru-paru.

Diagnosa dini memang memberi pengaruh besar dalam kesembuhan kanker, tetapi dalam kasus penyakit paru ini bukan hal yang mudah. Pasalnya, gangguan pada paru-paru tidak memiliki menunjukkan gejala yang khas pada awal pengembangannya sehingga tidak ada peringatan jika ada sesuatu yang salah. Tidak ada gejala kanker paru tertentu sehingga sulit menentukan apakah batuk atau sesak napas yang diderita seseorang terkait dengan kanker atau tidak.

Hal yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang menderita batuk membandel dan kunjung membaik, hal tersebut bisa mengindikasikan bahwa penyakit mungkin sudah ganas. Pada kebanyakan kasus, pasien yang berobat ke dokter didiagnosis penyakitnya sudah berkembang serius. Oleh karena itu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan jika batuk tidak sembuh lebih dari tiga minggu atau terjadi penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Sumber gambar : www.harianaceh.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY