Faktor Risiko Katarak pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Katarak merupakan penyakit yang membuat lensa pada bola mata berubah menjadi keruh yang pada akhir nya sinar atau bayangan benda yang kita lihat tidak dapat diteruskan ke saraf mata. Penyakit mata ini pun menduduki peringkt pertama penyebab kebutaan di Indonesia. di dunia katarak telah menjangkit 15juta orang dan hampir setengah dari kasus kebutaan disebabkan oleh katarak.

Gejala yang paling umum adalah kehilangan penglihatan, penglihatan kabur, atau penglihatan ganda. Dokter tidak tahu persis mengapa hal ini terjadi, namun  berikut  adalah beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan katarak pada mata Anda:

  • Usia. Seiring bertambahnya usia, lensa berkurang kebeningannya, keadaan ini akan berkembang dengan bertambah beratnya katarak. Orang yang berusia 60 tahun hampir 2/3nya mulai mengalami katarak. Arimbi pada tahun 2012 melakukan penelitian bahwa faktor usia sangat mempengaruhi kejadian katarak dengan Odd Ratio (OR) sebesar 5,6 pada usia 55–64 tahun dan OR sebesar 35,4 pada usia >65 tahun.
  • Pendidikan. Pengamatan survey di masyarakat diperoleh prevalensi katarak lebih tinggi pada kelompok yang berpendidikan rendah. Meskipun tidak ditemukan hubungan langsung antara tingkat pendidikan dengan kejadian katarak, namun tingkat pendidikan dapat mempengaruhi sosial ekonomi termasuk pekerjaan dan status gizi (Lusianawaty, 2009). Penelitian yang dilakukan oleh Pujiyanto (2004), faktor pendidikan sangat mempengaruhi kejadian katarak dengan OR sebesar 4,47 (tidak sekolah), OR sebesar 2,75 (tidak tamat SD), OR sebesar 1,88 (tamat SD), OR sebesar 1,17 (tamat SMP), OR sebesar 0,63 (tamat SMA dan PT).
  • Kebiasaan merokok. Perokok dengan jumlah lebih dari 20 batang sehari akan meningkatkan risiko menjadi katarak hampir 2 kali lipat lebih tinggi dan mempunyai risiko khusus terbentuknya jenis katarak yang berlokasi di bagian tengah lensa, yang mengakibatkan pandangan menjadi terbatas dan sangat parah dibandingkan katarak di lokasi lain pada lensa. Peningkatan stres oksidatif akibat merokok diduga sebagai faktor penyebab dalam patogenesis katarak nuklear. Peningkatan risiko mungkin disebabkan karena banyak prooksidan yang terdapat dalam asap rokok. Prooksidan ini mempunyai racun bagi banyak komponen seluler, membran terutama lipid dan telah terbukti meningkatkan oksidasi lipid in vivo dan in vitro.
  • Diabetes melitus. Penyakit diabetes melitus dapat mempercepat terjadinya katarak karena penyakit ini dapat mempengaruhi kejernihan lensa, indeks refraksi, dan amplitudo akomodatif. Katarak timbul lebih dini pada pasien diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2. Penelitian yang dilakukan oleh Arimbi pada tahun 2012, faktor penyakit diabetes melitus mempengaruhi kejadian katarak dengan OR sebesar 4,9.
  • Trauma mata. Mengalami pukulan keras, tembus, sayatan, panas tinggi atau bahan kimia dapat mengakibatkan kerusakan lensa yang disebut katarak traumatika. Trauma katarak dapat meliputi sebagian atau seluruh lensa.
  • Hipertensi. The Framingham Eye Study menemukan hubungan antara tekanan darah sistolik tinggi dengan katarak. Beberapa peneliti mencurigai peran obat antihipertensi seperti diuretik mungkin berpotensi khususnya diuretik thiazide dan furosemide yang mungkin sebagai faktor risiko.
  • Konsumsi alkohol. Peminum alkohol kronis mempunyai risiko tinggi terkena penyakit mata termasuk katarak. Banyak penelitian mengemukakan bahwa alkohol berperan dalam terjadinya katarak. Alkohol secara langsung bekerja pada protein lensa dan secara tidak langsung dengan cara mempengaruhi penyerapan nutrisi penting pada lensa.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY