Faktor Risiko Kehamilan Ektopik

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com РKehamilan berawal dari sel telur yang telah dibuahi. Dalam proses normal, janin akan menempel pada dinding rahim dan berkembang selama sembilan bulan. Namun ada sekitar 2% sel telur yang telah dibuahi menempel pada organ selain rahim sehingga disebut kehamilan ektopik. Tuba falopi merupakan organ yang paling sering ditempeli sel telur tersebut. Sementara organ lain yang mungkin menjadi lokasi berkembangnya kehamilan ektopik meliputi rongga perut, ovarium, serta leher rahim atau serviks.

Salah satu penyebab kehamilan ektopik yang paling umum terjadi adalah kerusakan tuba falopi, misalnya karena inflamasi. Kerusakan ini akan menghalangi sel telur yang telah dibuahi untuk masuk ke rahim sehingga akhirnya menempel dalam tuba falopi itu sendiri atau organ lain. Di samping itu, kadar hormon yang tidak seimbang atau perkembangan abnormal semasa wanita sedang dalam kandungan juga terkadang dapat berperan sebagai pemicu.

Orang yang memiliki faktor risiko kehamilan ektopik, bisa membuat dirinya terkena risiko fatal berupa pecahnya saluran telur yang dijadikan sebagai lokasi untuk tempat menempelnya embrio tersebut. Berikut ini berbagai faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang terkena hamil ektopik :

  • Infeksi Saluran Telur. Wanita yang mengalami infeksi di saluran telur biasanya akan mengalami kehamilan ektopik. Alasannya adalah saat akan melewati saluran telur dan menuju rahim, zigot terhalang oleh kuman dan virus yang ada di saluran telur. Akibatnya zigot tersebut terpaksa berhenti di saluran telur dan menempel di sana, kemudian zigot berkembang menjadi embrio.
  • Radang Panggul. Wanita yang mengalami penyakit radang panggul sangat rentan untuk terkena kehamilan ektopik. Radang itu bisa membuat wanita merasakan nyeri pada panggulnya. Radang panggul itu bisa menghalangi lajunya zigot menuju ke rahim.
  • Pernah Mengalami Kehamilan Ektopik. Wanita yang pernah mengalami hamil ektopik sebelumnya juga bisa mengalami hamil ektopik lagi. Berhati-hatilah bagi wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik pertama berada di ovarium kanan, kemudian di hamil ektopik selanjutnya hamil ektopik bisa berada di ovarium di sebelah kiri. Oleh sebab itu faktor kehati-hatian sangat diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Operasi Tuba. Wanita yang pernah menjalani operasi tuba fallopi juga rentan untuk terkena kehamilan ektopik. Alasannya adalah tuba yang telah dioperasi tidak memungkinkan zigot untuk menempel di dinding rahim. Akibatnya adalah zigot itu menempel pada tempat lainnya bukan menempel di rahim.
  • Endometriosis. Orang yang mengalami gejala endometriosis bisa terkena kehamilan ektopik. Wanita yang mengalami endometriosis adalah wanita yang sering merasakan sakit luar biasa ketika menstruasi datang dan terjadi.
  • Kontrasepsi.¬†Wanita yang menggunakan kontrasepsi kemudian hamil dan dia masih mengalami menstruasi, sehingga tidak sadar jika dirinya hamil bisa jadi kehamilan yang dikandungnya adalah kehamilan ektopik. Wanita tersebut mengalami menstruasi dikarenakan zigot tidak menempel pada dindIng rahim namun menempel di tempat yang lainnya. Oleh sebab itu cara mencegah kehamilan tanpa KB lebih dianjurkan daripada menggunakan kontrasepsi, karena bisa mneyebabkan kehamilan ektopik.
  • Cacat Bawaan. Wanita yang mengalami cacat bawaan di saluran telurnya bisa terkena kehamilan ektopik.
  • Penyakit Menular Seksual (PMS). Wanita yang pernah mengalami penyakit menular seksual (PMS) bisa terkena kehamilan ektopik. Hal itu diakibatkan oleh kuman dan virus yang ada di dalam tyubuhnya. PMS itu misalnya saja gonorrhea, klamidia dan masih banyak lagi lainnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY