Faktor Risiko Kehamilan Plasenta Previa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Plasenta previa adalah keadaan dimana plasenta tidak berada pada tempatnya yang normal, pada plasenta previa letak plasenta berada pada segmen bawah rahim (SBR) sehingga menutupi sebagian atau seluruh permukaan jalan lahir dan oleh karenanya bagian terendah sering kali menimbulkan kelainan janin dalam lahir. Pada keadaan normal plasenta umumnya terletak di Corpus Uteri bagian depan atau belakang agak ke arah Fundus Uteri.

Penyebab pasti plasenta previa belum diketahui, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalaminya. Berikut adalah beberapa faktor risiko tersebut:

  • Pernah mengalami plasenta previa pada kehamilan sebelumnya. Ibu dengan riwayat plasenta previa akan memiliki kelainan lapisan rahim (endometrium) seperti fibroid atau jaringan parut. Riwayat plasenta previa sebelumnya akan berisiko 12 kali lebih besar terkena plasenta previa kembali.
  • Pernah menjalani operasi caesar. Cacat bekas bedah sesar berperan menaikkan insiden plasenta previa sebanyak dua sampai tiga kali, pada wanita yang pernah menjalani operasi sesar sebelumnya. Sekitar 4 dari 100 wanita yang pernah menjalani operasi caesar akan mengalami plasenta previa. Risiko akan makin meningkat setelah mengalami 4 kali atau lebih operasi sesar (pada wanita–wanita yang pernah 4 kali atau lebih menjalani operasi sesar, maka 1 dari 10 wanita ini akan mengalami plasenta previa). Meningkatnya resiko pada wanita yang menjalani operasi caesar karena pada operasi caesar akan menimbulkan jaringan parut yang dapat menimbulkan plasenta previa.
  • Berusia 35 tahun atau lebih. Wanita dengan usia lebih tua memiliki risiko plasenta previa berkembang 3 kali lebih besar, pada wanita diatas usia 35 tahun dibandingkan pada wanita di bawah usia 20 tahun. Diduga risiko plasenta previa meningkat dengan bertambahnya usia, terutama setelah usia 35 tahun. Plasenta previa merupakan salah satu penyebab serius perdarahan pada periode trimester ketiga. Prevalensi plasenta previa meningkat 3 kali pada usia ibu lebih dari 35 tahun. Plasenta previa dapat terjadi pada usia diatas 35 tahun karena endometrium yang kurang subur dapat meningkatkan kejadian plasenta previa. Peningkatan usia merupakan faktor risiko plasenta previa, karena sklerosis pembuluh darah arteli kecil dan arteriole miometrium menyebabkan aliran darah ke endometrium tidak merata sehingga tumbuh lebih lebar dengan luas permukaan yang lebih besar, untuk mendapatkan aliran darah yang kuat. Pada ibu yang berusia muda pun memiliki risiko mengalami plasenta previa karena hipoplasia endometrium, ini adalah kondisi dimana endometrium belum siap menerima hasil konsepsi.
  • Perokok. Pada perempuan perokok dijumpai insidensi plasenta previa lebih tinggi yaitu sebanyak 2 kali lipat. Hipoksemia akibat karbon mono-oksida hasil pembakaran rokok menyebabkan plasenta menjadi hipertrofi sebagai upaya kompensasi. Plasenta yang tumbuh pada segmen-bawah uterus tidak selalu jelas dapat diterangkan. Bahwasanya vaskularisasi yang berkurang, atau perubahan atrofi pada desidua akibat persalinan yang lampau dapat menyebabkan plasenta previa, tidaklah selalu benar, karena tidak nyata dengan jelas bahwa plasaenta previa didapati untuk sebagian besar pada penderita dengan paritas tinggi. Memang dapat dimengerti bahwa apabila aliran darah ke plasenta tidak cukup atau diperlukan lebih banyak seperti pada kehamilan kembar, plasenta yang letaknya normal sekalipun akan memperluaskan permukaannya, sehingga mendekati atau menutupi sama sekali pembukaan jalan-lahir.
  • Pernah menjalani operasi pada rahim, misalnya kuret atau pengangkatan miom.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY