Faktor Risiko Penumpukan Cairan yang Berlebih pada Kantong Zakar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Alat kelamin manusia terbagi menjadi dua jenis yaitu wanita dan pria, pada pria alat kelamin tersebut disebut dengan penis, penis manusia adalah organ pada bagian antara pangkal paha yang berfungsi sebagai saluran keluarnya air seni (urin)  dan air mani (sperma). Penis sendiri adalah alat reproduksi pria yang mencakup pula epididimis yang terlindung dalam kantung buah zakar ditambah beberapa kelenjar lainnya. Dibalik fungsinya tersebut kelamin memiliki beberapa penyakit yang bisa menyerang alat kelamin, salah satunya adalah hidrokel, jika buah zakar Anda mengalami bengkak maka bisa jadi Anda terkena penyakit hidrokel ini.

Hidrokel atau hydroceles adalah keadaan dimana adanya cairan di sekitar testis (buah zakar) yang menyebabkan skrotum (kantong zakar) menjadi bengkak. Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Bisanya hodrokel hanya menyerang satu testis saja namun tidak menutup kemungkinan juga bahwa keduanya terkena hidrokel secara bersamaan.

Gejala klinis hidrokel yang umumnya terjadi adalah adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri kemudian adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus.

Hidrokel terjadi akibat adanya obstruksi (penyumbatan) limfatik yang menyebabkan berkurangnya penyerapan. Hidrokel dapat juga terjadi karena meningkatnya produksi cairan oleh membran yang merupakan fenomena yang relatif sering terjadi pada pria. Hidrokel bisa disebabkan oleh rangsangan patologik seperti radang atau tumor testis. Hidrokel dapat dikosongkan dengan pungsi, tetapi sering kali kambuh kembali.

Pada laki-laki dewasa, hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. Kelainan pada testis tersebut, mungkin adanya tumor, infeksi, atau trauma pada testis atau epididimis.

Selain penyebab diatas ada juga beberapa faktor yang mendukung timbulnya penyakit ini, berikut adalah beberapa faktor risiko terjangkitnya hidrokel meningkat, yaitu:

  • Usia lebih dari 40 tahun. Risiko ini dipengaruhi oleh trauma pada skrotum dan infeksi termasuk penyakit menular seksual.
  • Bayi terutama yang lahir prematur. Kelahiran bayi dengan hidrokel adalah satu hingga dua bayi diantara 100 kelahiran.
  • Menderita cedera testis.
  • Sedang menderita penyakit menular seksual.
  • Pernah menjalani terapi radiasi pada daerah skrotum.

Menghindari penyakit ini bisa dengan berbagai cara salah satunya adalah jangan sampai testis Anda mengalami luka atau terkena penyakin menular seksual. Kebanyakan kasus hidrokel dapat sembuh dengan sendirinya namun pada laki-laki dewasa segera temui dokter jika mengalami pembengkakan scrotum dan jangan malu-malu untuk sering mengecek keadaan scrotum Anda sendiri. mengecek dengan rutin keadaan Scrotum merupakan acara yang bagus untuk mendeteksi masalah yang lebih serius, meskipun jarang terjadi hidrokel dapat terbentuk karena adanya infeksi cacing filarial ini adalah cacing yang bersifat parasit, pada tests yang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan yang parah dan kaki gajah. Selain itu pemeriksaan dan penanganan yang tepat pun dapat berguna menyingkirkan kemungkinan tumor atau hernia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY