Faktor Risiko Terjadinya Kembar Siam

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kembar siam sendiri dapat terjadi karena sel telur yang dibuahi oleh sperma mengalami pembelahan menjadi kembar monozigot, namun proses pembelahan tersebut terhenti sehingga mengakibatkan pembelahan yang tidak sempurna.

Kembar siam pada dasarnya adalah dua bayi yang hanya mempunyai satu organ yang digunakan berdua. Bagian dada, kepala, dan perut adalah bagian yang sering menjadi tepat dempetnya bayi pada bayi yang kembar siam. Kemunculan kasus kembar siam diperkirakan adalah 1 banding 200.000 kelahiran. Jika melihat kondisi Indonesia yang mempunyai penduduk sekitar 200 juta jiwa maka kemungkinan nya adalah terjadi 1000 kasus bayi kembar siam.

Jenis kembar siam pun dibagi menjadi berbagai macam, pembagian ini didasari dari posisi dan letak perdempetan bayi, dari seluruh kembar dempet, kebanyakan dempet terjadi pada empat anggota tubuh, yaitu 40% terjadi pada bagian dada, 35% pada bagian perut, 12% pada bagian kepala dan 6-10% terjadi pada bagian panggul.

Bayi kembar siam hanya sedikit yang dapat bertahan hidup dalam keadaan seperti itu kisarannya antara 5% – 25%, dan sebanyak 75% bayi kembar siam adalah berjenis kelamin perempuan. Diperkirakan tidak lebih dari 12 pasangan kembar siam yang hidup di dunia. Sedikitnya pasangan kembar siam yang hidup karena kebanyakan kembar siam sudah dalam keadaan meninggal, yang dapat lahir dengan keadaan hidup hanya sekitar 40%. Sedangkan dari 40% tersebut, 75%nya meninggal pada hari-hari pertama, dan hanya 25% mereka yang dapat hidup. Karena tidak lengkapnya organ yang mereka miliki maka kelainan bawaan dengan beberapa gangguan pun akan membayang-bayangi mereka seperti pada bagian ekstoderm, yakni kulit, hidung dan telinga, bagian mesoderm yang mencakup otot, tulang dan saraf, atau pada bagian indoderm, yakni bagian organ dalam seperti hati, jantung, paru dan otak.

Penyebab dari kembar siam sampai sekarang belum diketahui pasti, namun ada beberapa faktor yang diyakini dapat berpengaruh seperti faktor genetik,  kurangnya asupan makanan yang bergizi saat hamil, pola hidup yang tidak sehat, penggunaan alat penyubur sebelum kehamilan, dan penyakit atau infeksi yang diderita ibu hamil.

Seperti yang dikutip dari liputan6.com menurut Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM/FKUI, Dr.dr. Aryono Hendarto SpA(K) ia mengatakan bahwa hingga kini penyebab bayi dempet belum diketahui pasti, namun ada beberapa hipotesis yang menjadi faktor risiko kembar siam. faktor risiko yang bisa memicu kelainan pada bayi tersebut adalah

  • Radiasi
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Adanya infeksi tertentu.

Masih belum ditemukannya faktor risiko dari terjadinya kembar siam secara pasti, bukan berarti anda tidak berjaga-jaga untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dimasa depan ada baiknya Anda untuk berjaga-jaga dari sekarang dan menjauhi apa-apa saja yang dapat melatarbelakangi kembar siam, dan selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY