Fenomena Resistensi Antibiotik

SehatFresh.com – Bakteri merupakan salah satu agen penyebab penyakit infeksi. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk membunuh atau menghambat perkembangan bakteri. Memang banyak nyawa yang bisa terselamatkan dengan adanya obat antibiotik ini. Sayangnya, semakin lama penggunaan obat antibiotik ini menjadi kurang tepat sasaran sehingga menyebabkan munculnya jenis-jenis bakteri baru yang resisten atau kebal terhadap antibiotik tertentu.

Resistensi antibiotik adalah kondisi di mana beberapa kuman sudah tidak dapat dibunuh atau dihambat perkembangannya dengan menggunakan suatu obat antibiotik di mana sebelumnya antibiotik tersebut mampu melawan kuman tersebut. Resistensi antibiotik terjadi akibat evolusi genetik (susunan gen) dan biokimiawi (zat-zat dalam tubuh bakteri). Bahkan bakteri dapat saling melakukan transfer gen yang menyebabkan semakin meningkatnya jumlah bakteri yang menjadi kebal terhadap antibiotik. Faktor yang berperan dalam timbulnya hal ini adalah akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Antibiotik harus diminum selama beberapa hari (lama konsumsi sesuai dengan jenis penyakit), dan tidak boleh diminum hanya 1 atau 2 tablet.

Resistensi antibiotik merupakan salah satu masalah utama di dunia kesehatan. Selama satu dekade terakhir, hampir setiap jenis bakteri menjadi lebih kuat dan kurang responsif terhadap pengobatan antibiotik. Laporan dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa masalah kuman-kuman yang kebal terhadap antibiotik di banyak rumah sakit dapat menimbulkan infeksi seperti radang paru-paru dan infeksi saluran kemih yang menjadi semakin sulit untuk disembuhkan.

Bakteri dapat menyebar dengan cepat ke anggota keluarga lain, teman sekolah, maupun rekan kerja, sehingga menimbulkan rantai penularan penyakit baru yang lebih sulit disembuhkan serta pengobatannya cenderung mahal. Fatalnya, penggunaan antibiotik yang tidak bijak bisa berujung pada kematian. Kematian akibat penyakit resistensi antibiotik di Indonesia sendiri kurang lebih ada 130 ribu kasus per tahunnya.

Maka dari itu, hendaknya kita mampu menghindarkan diri dari penularan penyakit sehingga tidak membutuhkan pengobatan apa pun, termasuk salah satunya antibiotik. Pola hidup sehat merupakan hal yang mutlak guna meningkatkan daya tahan tubuh. Menjaga kebersihan yang salah satunya dengan mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin dapat mengurang risiko kuman menempel di tangan sehingga tidak masuk ke dalam tubuh. Penggunaan antibiotik hendaknya harus tepat sasaran. Ubahlah kebiasaan berobat yang selama ini sangat bergantung pada antibiotik. Jangan membeli antibiotik secara bebas. Bila dokter memberi resep antibiotik, maka turuti anjurannya dengan benar.

Sumber gambar : www.slideshare.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY