Fetal Alcohol Syndrome

SehatFresh.com – Wanita yang minum alkohol selama kehamilan dapat melahirkan bayi dengan gangguan spektrum alkohol. Fetal Alcohol Syndrome (FAS) adalah bentuk parah dari kondisi tersebut. Ketika seorang wanita hamil minum alkohol, alkohol akan mudah melewati seluruh plasenta. Tubuh janin yang sedang berkembang tidak memproses alkohol dengan cara yang sama seperti pada orang dewasa. Alkohol lebih terkonsentrasi pada janin. Hal ini mengakibatkan terhambatnya pasokan nutrisi dan oksigen ke organ vital janin.

Cacat akibat kondisi ini bervariasi dari satu orang ke orang lain, namun kerusakan seringkali bersifat permanen. FAS menyebabkan keterbelakangan mental pada anak. Hal ini terkait dengan kelainan bentuk kerangka dan sistem organ besar (terutama jantung dan otak), gangguan pertumbuhan, masalah sistem saraf pusat, keterampilan motorik yang buruk, masalah belajar, memori, interaksi sosial, gangguan bicara, dan pendengaran. Ada pula fitur wajah yang menjadi ciri khas dari bayi FAS, yaitu mata yang kecil, bibir atas yang sangat tipis, hidung yang pendek, dan permukaan kulit yang cenderung halus antara hidung dan bibir atas.

Kerusakan dapat terjadi dalam beberapa minggu pertama kehamilan ketika seorang wanita mungkin belum tahu bahwa dia hamil. Risiko meningkat jika ibu adalah peminum berat. Menurut banyak penelitian, tiga bulan pertama kehamilan adalah masa yang paling rentan terhadap efek alkohol. Namun, bagaimana pun, konsumsi alkohol selama kehamilan pada dasarnya berbahaya.

Tidak ada obat atau pengobatan khusus untuk penderita fetal alcohol syndrome. Cacat fisik dan mental yang terjadi biasanya bertahan seumur hidup. Kelainan jantung mungkin memerlukan tindakan operasi. Masalah belajar dapat dibantu dengan layanan khusus di sekolah. Sementara konseling dapat membantu keluarga dengan masalah perilaku anak.

Tidak ada jumlah alkohol yang aman dikonsumsi selama kehamilan. Semakin banyak alkohol dikonsumsi, semakin tinggi risiko pada bayi. Cara mencegahnya, tentu saja dengan berhenti meminum alkohol, termasuk ketika ibu merencanakan untuk hamil. Sindrom alkohol pada janin kecil kemungkinannya untuk terjadi jika ibu menahan diri untuk tidak minum selama kehamilan. Jika ibu suka “minum” dan ingin hamil, berkonsultasilah dengan seorang profesional kesehatan untuk rencana kehamilan yang tepat. Jika ibu seorang peminum ringan, jangan minum alkohol bila ingin hamil dalam waktu dekat. Ingatlah, alkohol dapat menyebabkan kerusakan sejak beberapa minggu pertama kehamilan.

Sumber gambar : www.popsugar.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY