Fibroadenoma Bukan Benjolan Kanker pada Payudara

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Benjolan pada payudara hingga saat ini masih jadi momok menakutkan bagi kaum wanita. Pada wanita yang sehat, jaringan payudara yang normal sering terasa menggumpal. Ketika menemukan benjolan yang dicurigakan pada payudara, hal itu tak selalu berarti kanker. Salah kemungkinannya mungkin fibroadenoma. Benjolan ini merupakan salah satu jenis tumor jinak paling umum ditemukan pada payudara yang cirinya mudah bergeser saat disentuh. Ciri lain dari benjolan ini adalah konsistensinya yang kenyal ataupun keras dan seringkali ditemukan pada remaja dan wanita dewasa yang berusia di bawah 30 tahun.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan munculnya benjolan fibroadenoma. Sejauh ini, perkembangannya dikaitkan dengan ketidakseimbangan hormon-hormon yang mengatur reproduksi. Inilah mengapa fibroadenoma umumnya ditemukan pada wanita yang tengah berada pada puncak tahun-tahun reproduksi, dapat membesar selama kehamilan atau ketika dalam pengobatan terapi hormon, dan bahkan dapat menyusut setelah seorang wanita mencapai menopause, ketika kadar hormonnya menurun secara signifikan.

Secara umum, fibroadenoma diklasifikasikan menjadi fibroadenoma sederhana dan fibroadenoma kompleks. Jenis yang pertama tidak memperlihatkan perbedaan struktur dengan jaringan payudara lainnya. Sedangkan untuk jenis yang kedua, biasanya tumor yang tumbuh mengandung komponen lain, umumnya berupa macrocysts dan deposit kalsium (kalsifikasi).

Fibroadenoma umumnya tak perlu dioperasi karena kerap menyusut dengan sendirinya. Dokter akan memantau pertumbuhan tumor melalui pemeriksaan payudara klinis dan tes pencitraan, seperti mamografi dan ultrasound. Selain itu, fibroadenoma juga tidak meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker payudara. Namun, risiko kanker payudara bisa meningkat jika pemeriksaan menunjukkan adanya tumor dengan komponen lain yang mengarah ke fibroadenoma kompleks.

Operasi umumnya dipertimbangkan jika fibroadenoma berpengaruh pada bentuk alami payudara, pasien khawatir akan meningkatnya risiko kanker payudara, atau  pasien memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara. Akan tetapi, setelah fibroadenoma diangkat, satu atau beberapa benjolan fibroadenoma bisa tumbuh kembali di tempat yang sama.

Meski tidak membahayakan, tetap saja memiliki fibroadenoma dapat memicu kecemasan wanita karena takut tumornya berubah menjadi kanker. Oleh karenanya, fibroadenoma juga perlu menjadi perhatian. Bagaimanapun, lebih baik mencegah daripada mengobati. Adapun fibroadenoma dapat dicegah dengan cara:

  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Mengurangi makanan tinggi lemak
  • Kurangi stres
  • Olahraga teratur
  • Tidur malam yang cukup setiap hari
  • Menjauhi rokok dan alkohol
  • Pemeriksaan payudara rutin (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY