Fitoestrogen Untuk Meringankan Gejala Menopause

SehatFresh.com – Menopause merupakan proses alami akan dialami setiap wanita. Menjelang menopause, biasanya muncul berbagai keluhan seperti sulit tidur, hot flashes, migrain, dan emosi tidak stabil. Meski banyak wanita tidak begitu terganggu dengan hal ini, ada juga sedikit yang terganggu bahkan panik. Dokter biasanya meresepkan estrogen untuk mengobati gejala menopause pada wanita. Namun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, mengkhawatirkan adanya peningkatan risiko kanker.

Sebagai alternatifnya, para ahli telah menemukan beberapa jenis tanaman yang memiliki kandungan senyawa kimia yang mirip dengan struktur molekul hormon estrogen. Zat ini disebut fitoestrogen. Karena fitoestrogen sifatnya lebih lemah, peneliti telah melihat suplemen fitoestrogen sebagai pengobatan alternatif yang cukup potensial untuk mengatasi gejala menopause, dengan harapan, ini bisa menurunkan risiko kanker yang berhubungan dengan obat estrogen.

Dua kategori utama fitoestrogen adalah isoflavon dan lignan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, fitoestrogen dikeluarkan dari tubuh dalam waktu 24 jam, terutama melalui urin. Menurut Ann Louise Gittleman, penulis “Before the Change”, makanan yang merupakan sumber fitoestrogen adalah alfalfa, apel, asparagus, barley, kacang-kacangan, wortel, sereal, buah ceri, jagung, paprika hijau, hop, kacang-kacangan, licorice dan biji rami. Fitoestrogen juga ditemukan dalam susu, gandum, minyak zaitun, bawang, pir, kacang polong, buah delima, biji bunga matahari, ubi jalar, produk kedelai dan labu. Banyak wanita menopause merasa hot flashes dan gejala menopause lainnya mereda dengan mengambil fitoestrogen, baik dalam bentuk alami atau suplemen.

Masih belum jelas apakah fitoestrogen berlebih menimbulkan reaksi tubuh yang merugikan. Tingginya kadar estrogen telah dikaitkan peningkatan risiko kanker payudara. Menurut sebuah artikel yang dipublikasikan dalam “American Journal of Clinical Nutrition”, data klinis menunjukkan bahwa makanan yang kaya fitoestrogen, yaitu kedelai dan biji rami, menunjukkan efek menguntungkan untuk obesitas dan diabetes. Pada individu obesitas, asupan kedelai meningkatkan kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein, HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein, LDL). Namun, komponen yang bertanggung jawab untuk efek menguntungkan ini belum ditentukan.

Saat ini, fitoestrogen umumnya dipasarkan dalam bentuk suplemen. Sudah banyak suplemen atau obat herbal yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Kendati demikian, Anda tetap harus berhati-hati karena efek samping pada setiap orang berbeda. Sebelum memutuskan untuk membelinya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar mendapat rekomendasi produk suplemen yang tepat dengan dosis yang sesuai kebutuhan.

Sumber gambar : menopausedini.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY