Fitur Khas Diabetes Wanita

SehatFresh.com – Diabetes dapat dialami siapa saja. Penyakit ini sama berpengaruhnya pada pria maupun wanita. Namun, wanita sangat rentan terhadap penyakit diabetes terutama saat masa kehamilan. Sejumlah temuan juga telah menekankan bagaimana diabetes mempengaruhi wanita dan pria secara berbeda, seperti :

  • Wanita sering menerima perlakuan yang kurang agresif untuk faktor risiko kardiovaskular dan kondisi yang berkaitan dengan diabetes
  • Komplikasi diabetes pada wanita lebih sulit untuk didiagnosa
  • Wanita sering memiliki berbagai jenis penyakit jantung dibandingkan pria
  • Hormon dan peradangan merespon secara berbeda pada wanita
  • Hormon yang berfluktuasi terkait dengan siklus menstruasi, melahirkan, dan menopause membuat lebih sulit untuk mempertahankan kadar glukosa darah yang tepat
  • Beberapa pil KB dapat meningkatkan glukosa darah

Jika Anda seorang wanita dengan diabetes, Anda akan mengalami banyak gejala yang sama sebagai pria. Tetapi ada beberapa gejala yang khas wanita. Memahami keduanya akan membantu Anda mengidentifikasi diabetes dan menemukan pengobatan dini.

Gejala diabetes umum

  • Peningkatan rasa haus dan lapar
  • Lebih sering buang air kecil
  • Peningkatan atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur
  • Luka yang lama sembuh
  • Mual
  • Infeksi kulit
  • Bercak kulit yang lebih gelap di area tubuh yang memiliki lipatan

Gejala diabetes yang khas pada wanita

  • Infeksi jamur vagina: Glukosa yang terbawa pada urin bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri vagina berlebih dan menyebabkan infeksi.
  • Infeksi saluran kencing: Infeksi saluran kemih bisa terjadi akibat ketidakstabilan kadar gula darah dalam tubuh.
  • Disfungsi seksual wanita: Disfungsi seksual bisa terjadi karena rusaknya sel saraf akibat diabetes. Diabetes bisa menyebabkan terganggunya sistem aliran darah di sekitar sel-sel saraf alat kelamin.
  • Sindrom ovarium polikistik (SOPK): Wanita dengan SOPK lebih berisiko diabetes. Banyak wanita dengan PCOS resisten terhadap aksi hormon insulin. Ini berarti dibutuhkan insulin dalam jumlah yang lebih besar untuk menjaga kadar gula darah yang normal.

Diabetes dan kehamilan

Diabetes gestasional terjadi pada sekitar satu dari 20 kehamilan. Hormon-hormon kehamilan dapat mengganggu kerja insulin. Pada kebanyakan wanita, diabetes gestasional akan hilang setelah kehamilan. Tapi, jika Anda sudah pernah mengalami diabetes gestasional, risiko terkena diabetes tipe 2 jauh lebih besar.

Jika Anda memiliki diabetes dan sedang hamil atau berharap untuk hamil, maka Anda harus lebihs sigap dalam hal menjaga kesehatan kehamilan Anda. Kadar glukosa darah dan kondisi kesehatan lainnya harus dimonitor sebelum dan selama kehamilan.

Ketika Anda hamil, gula darah dan keton (senyawa hasil metabolisme lemak) beredar melalui plasenta ke bayi. Pada dasarnya, bayi juga membutuhkan energi dari glukosa. Namun, bayi menjadi lebih beresiko cacat lahir jika kadar glukosa sang ibu terlalu tinggi.

Sumber gambar : gejaladiabetes.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY