Fitur Khas Stroke Pada Wanita

SehatFresh.com – Pada semua usia, pria dianggap lebih berisiko terkena stroke. Tapi, ada beberapa alasan wanita cenderung berisiko lebih tinggi daripada pria. Meskipun merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes merupakan faktor pemicu stroke yang memengaruhi pria dan wanita, ada beberapa faktor risiko yang khas pada wanita.

  • Pil KB: Pada beberapa wanita, pil KB bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan pembekuan darah, yang merupakan faktor pemicu stroke. Risikonya meningkat jika Anda seorang wanita yang merokok, sudah memiliki tekanan darah tinggi, berusia lebih dari 40, memiliki faktor risiko lain untuk penyakit jantung atau stroke, atau memiliki masalah pembekuan darah.
  • Kehamilan: Risiko stroke meningkat selama kehamilan terkait perubahan dalam tubuh seperti peningkatan tekanan darah dan stres pada jantung. Preeklamsia adalah bentuk tekanan darah tinggi yang terjadi saat hamil. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami preeklamsia memiliki risiko lebih besar mengalami stroke iskemik, dibandingkan dengan wanita tanpa riwayat preeklamsia.
  • Menopause: Selama siklus hidup reproduksi wanita (sekitar usia 12 tahun sampai 50), secara alami hormon estrogen memberikan efek perlindungan pada kesehatan jantung wanita. Namun, efek perlindungan estrogen dapat berubah tergantung pada berbagai faktor dan kondisi, salah satunya menopause. Menopause adalah ketika seorang wanita berhenti mengalami menstruasi. Setelah mencapai menopause, risiko penyakit jantung dapat meningkat secara keseluruhan karena penurunan hormon estrogen dan progesteron.
  • Migrain: Sejumlah tinjauan penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki migrain dua kali lipat lebih berisiko terserang stroke. Dan penelitian pun menunjukkan bahwa wanita lebih sering menderita migrain ketimbang pria.

Selain berpegang pada pedoman gaya hidup sehat pada umumnya, pencegahan terbaik lainnya yang bisa dilakukan adalah mengenali tanda peringatannya dan segera mencari penanganan medis jika mengalami gejalanya:

  • Tiba-tiba mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan atau kaki, terutama pada satu isi tubuh.
  • Tiba-tiba linglung atau kesulitan berbicara.
  • Tiba-tiba mengalami masalah penglihatan pada satu atau kedua mata.
  • Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, dan kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
  • Tiba-tiba sakit kepala parah tanpa sebab yang jelas.

Wanita mungkin melaporkan gejala yang seringkali tidak berkaitan dengan stroke pada pria. US National Stroke Association melaporkan beberap gejala stroke tambahan yang khas pada wanita, yang terjadi tiba-tiba, yaitu nyeri anggota gerak, cegukan, rasa lemah, nyeri dada, sesak napas, dan jantung berdebar (palpitasi).

Gejala perubahan status mental juga dapat mengindikasikan stroke. Ini meliputi ketidaktanggapan, disorientasi, kebingungan, gelisah, halusinasi, dan perubahan perilaku mendadak. Pada tahun 2009, ahli epidemiologi dari University of Hospital Michigan melaporkan bahwa perubahan status mental adalah gejala tidak biasa yang memengaruhi 23 persen wanita dan 15 persen pria yang didiagnosa stroke.

Sumber gambar : SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY