Flu Pada Anak

Sehatfresh.com – Musim hujan identik dengan penyakit musiman, salah satunya flu. Influenza atau lebih sering kita sebut sebagai flu merupakan infeksi virus pada saluran pernapasan yang sangat menular. Penyakit ini bisa menyerang semua kalangan umur, namun anak-anak lebih rentan terserang flu ketimbang orang dewasa.

Anak-anak dapat terserang virus flu dari saudara, orang tua, anggota keluarga lain, teman bermain atau pengasuh yang terinfeksi. Penularan virus bisa melalui tiga cara:

  • Kontak langsung: Mencium, menyentuhatau memegangtangan orang yang terinfeksi.
  • Kontak tidak langsung: Menyentuh sesuatu seperti mainan, gagang pintu yang telah disentuh olehorang yang terinfeksi.
  • Udara: Beberapakumanmenyebarmelalui udaraketika seseorang yang terinfeksi batuk ataubersin. Tetesandaribatukataubersindapat mencapaihidung atau mulutorang lain.

Gejala flu memang mirip dengan pilek (common cold), tapi gejala flu cenderung lebih parah. Gejala flu meliputi demam tinggi, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, kelesuan, hidung meler, nyeri telinga, diare, mual dan muntah. Setelah lima hari, demam dan gejala lain biasanya menghilang, tapi batuk dan kelemahan dapat melanjutkan. Semua gejala biasanya hilang dalam satu atau dua minggu. Namun, penting untuk mengobati flu secara serius karena penyakit ini tidak bisa diremehkan.

Flu dapat menyebabkan komplikasi serius terutama pada bayi dan anak-anak yang berusia di bawah lima tahun. Pada anak-anak muda, flu dapat menyebabkan croup (infeksi pada tenggorokan dan pita suara), ostitis (infeksi telinga), sinusitis (infeksi sinus), pneumonia (infeksi paru-paru), dan bronkiolitis (infeksi saluran napas kecil yang mengarah ke paru-paru).

Ketika anak terjangkit flu, beberapa hal di bawah ini dapat membantu:

  • Minum banyak cairan: Air putih, jus buah alami, dan sup hangat dapat membantu mencegah dehidrasi.
  • Istirahat: Tidur sedikit lebih lama dapat membantu memaksimalkan sistem imun tubuh melawan infeksi.
  • Obat pereda nyeri: Penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti acetaminophen atau ibuprofen dapat membantu meringankan gejala. Tapi, tidak dianjurkan untuk memberikan aspirin pada anak-anak dan remaja karena dikhawatirkan meningkatkan risiko sindrom reye, yang berpotensi mengancam jiwa.

Segera periksakan ke dokter bila:

  • Gejala semakin buruk atau tidak hilang setelah dua minggu.
  • Anak kehilangan nafsu makan dan menjadi jarang buang air kecil.
  • Anak mengeluh pedih atau sakit pada telinga.
  • Anak mengalami demam 103 F (39,4 C).
  • Gejalaflu hilangtapi kemudianmuncul kembali demam dan batuk yang lebih parah.
  • Anak mengalami batuk parah disertai keluar banyak lendir, kesulitan bernapas, nyeri dada, dan ataudemamberkepanjanganlebih dari102F (38,8 C) disertaimenggigilatauberkeringat. Ini mengindikasikan gejala pneumonia.

Praktek higienitas yang baik dapat membantu mengurangi risiko terjangkitnya flu. Ini seperti:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan menggunakan sabun terutama setelahmenggunakankamar mandi, setelah batuk atau bersin, dan sebelum makanataumenyiapkan makanan.
  • Tidak berbagi peralatan makan dengan orang lain.
  • Menutup mulut saatbatuk atau bersin.
  • Tidak menggunakan tisu bekas orang lain.

Perlukah vaksin flu?

Efek flu cenderung lebih berat pada anak-anak, orang tua di atas 65 tahun, wanita hamil, dan orang yang menderita penyakit jantung, paru-paru, dan ginjal. Maka vaksin flu diperlukan untuk mencegah flu dan komplikasinya, serta mengurangi penyebaran terhadap orang di sekitarnya. Tidak hanya diperlukan oleh individu berisiko, orang sehat yang berhubungan dengan individu berisiko juga memerlukan vaksin flu.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin flu yang ada di Indonesia adalah vaksin flu mati (inactivated). Ini berarti tidak mengandung virus flu hidup. Vaksin diberikan secara suntik dan diberikan tiap tahun pada anak usia enam bulan sampai usia delapan tahun dalam dua dosis dasar. Virus flu cenderung bermutasi bahkan tiap tahun selalu muncul virus baru sehingga vaksin pun akan selalu diperbaharui. Efek perlindungan vaksin akan mulai aktif dalam dua minggu setelah vaksinasi dan akan bertahan untuk beberapa bulan hingga satu tahun.

Sumber gambar : bundaupdate.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY