Flu Perut Pada Anak

SehatFresh.com – Pada usia balita, anak Anda rentan terkena gangguan kesehatan, termasuk salah satunya adalah flu perut. Diperkirakan balita bisa terkena flu perut 1-2 kali dalam setahun. Anak yang kesehariannya di tempat penitipan lebih berisiko mengalami gastroenteritis. Setelah usia 3 tahun, imunitas anak sudah semakin kuat sehingga risiko terserang flu perut semakin kecil. Lalu, seperti apa flu perut itu? Bagaimana gejalanya?

Flu perut atau gastroenteritis merupakan jenis infeksi pada sistem pencernaan khususnya lambung dan usus. Penyebab kondisi ini adalah parasit, bakteri atau infeksi virus yang menyebar melalui makanan atau cairan yang terkontaminasi. Kondisi juga bisa disebabkan oleh keberadaan racun tertentu pada tanaman dan makanan laut, penggunaan obat pencahar untuk menyembuhkan sembelit atau karena makanan beracun. Gejala awalnya ditandai dengan sakit dan kram perut. Anak akan menolak makan dan lemas. Gejala-gejala flu perut adalah diare dan muntah yang akan hilang dalam waktu sekitar lima hari. Namun, terkadang disertai demam dan dehidrasi.

Penyebab paling sering dari gastroenteritis adalah salah satu dari sekian banyak virus lain, seperti rotavirus, adenovirus, calicivirus, dan astrovirus. Selain itu, gastroenteritis juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri yang berpotensi lebih serius, seperti Shigella, Salmonella, Staphylococcus, Campylobacter, atau E. Coli. Virus penyebab gastroenteritis biasanya menyerang usus halus. Gangguan yang ditimbulkannya bervariasi, mulai dari sakit perut ringan disertai diare, hingga diare dan muntah hebat secara terus menerus selama beberapa hari.

Flu perut ini patut diwaspadai karena virus penyebabnya berpotensi menular dan terkadang anak yang tertular tidak menunjukkan gejala flu perut seperti pada umumnya. Bayi atau balita Anda bisa tertular hanya karena makan atau minum di gelas atau wadah yang sama dengan orang yang terserang virus ini. Umumnya, flu perut tidak berbahaya dan tidak menyebabkan masalah serius, dengan catatan dilakukan pencegahan dengan baik agar anak tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan).

Dehidrasi merupakan hal yang harus diwaspadai ketika anak menderita flu perut. Dikhawatirkan anak akan kekurangan cairan karena sering muntah, diare, atau demam. Oleh karena itu, berilah anak Anda minum sebanyak-banyaknya. Anda bisa juga menambahkan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Flu perut biasanya sembuh sendiri dalam seminggu atau beberapa hari tanpa diobati. Jika gejala berlangsung lebih dari seminggu atau gejala menjadi semakin parah, besar kemungkinan terdapat penyebab lain yang lebih serius. Jika hal tersebut terjadi, segeralah bawa anak Anda ke dokter.

Sumber gambar : www.celebrityparentsmag.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY